PPN Ditanggung Pemerintah

Uni Eropa Tuding Indonesia Subsidi Baja

VIVAnews - Pemerintah sejak semula telah mensinyalir akan terjadi gesekan antara kebijakan yang akan diambil masing-masing negara World Trade Organization (WTO) akibat krisis global dengan kebijakan WTO sendiri.

Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian Fahmi Idris kepada VIVAnews di kantornya, Jumat, 12 Desember 2008, menanggapi keberatan atas masyarakat Uni Eropa dan India atas fasilitas insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) atas produk baja. "Mereka (Uni Eropa dan India) menganggap ini kebijakan subsidi," kata Fahmi.

Sebelumnya, tanggal 3 Desember 2008, pemerintah Uni Eropa dan India melayangkan keberatan melalui kedubes masing-masing negara. "Mereka mempertanyakan dan menganggap insentif PPNDTP diskriminatif, karena hanya berlaku bagi bahan baku lokal," kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Anshari Bukhari.
 
Menurut dua negara tersebut, kata dia, kebijakan PPNDTP baja dinilai menyimpang dari ketentuan WTO karena mendiskriminasikan antara produk impor dan  produk dalam negeri.

Saat pertemuan kepala-kepala negara di Peru, kata Fahmi, sudah disinyalir akan ada kebijakan-kebijakan yang bersinggungan dengan kebijakan WTO. "Bagaimanapun juga, pemimpin-pemimpin negara akan mengutamakan pertumbuhan negara sendiri," ujarnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rachmat Gobel di Jakarta, Jumat, 12 Desember 2008. "Tidak perlu ditakutkan, karena sudah kewajiban pemerintah menyelamatkan industri dalam negeri," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulidia menilai bahwa kebijakan insentif fiskal tersebut tidak menyalahi ketentuan WTO. "Hanya salah persepsi dari dua negara yang menganggap ini subsidi," jelasnya.

Indonesia Vs Irak Berebut Tempat Ketiga Piala Asia U-23, Jepang ke Final

Fahmi menyatakan, pemerintah akan menyelesaikan persoalan tersebut melalui penjelasan lebih lanjut di pertemuan tingkat kepala negara.

Bandara Kansai Jepang

Bandara Kansai Berhasil Cetak Rekor 30 Tahun Tanpa Kasus Kehilangan Bagasi

Sejak dibuka pada bulan September 1994, Bandara Kansai di Jepang telah menjadi pusat kebanggaan dengan reputasi tanpa adanya kehilangan bagasi selama 30 tahun.

img_title
VIVA.co.id
30 April 2024