Harga Rumah Tinggal Terus Terkerek

VIVAnews - Lonjakan harga bahan bangunan dan bahan bakar minyak (BBM) memicu kenaikan harga rumah tinggal pada triwulan III 2008. Kenaikan harga ini diperkirakan masih berlanjut hingga triwulan IV ini.

Survei harga properti residensial Bank Indonesia yang dikutip dari situsnya, Senin 10 November 2008 menyebutkan kenaikan harga tertinggi dialami rumah tipe kecil (1,7 persen). Sementara berdadarkan regional, wilayah Bandar Lampung mengalami kenaikkan harga tertinggi, khususnya rumah tipe menengah (3,41 persen).

Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen, lebih rendah dibandingkan kenaikan pada triwulan sebelumnya (1,74 persen).

Survei bank sentral juga menunjukkan secara tahunan, harga properti residensial juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 5,67 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya (5,38 persen).

Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, tertinggi masih terjadi pada rumah tipe menengah (6,61 persen). Sedangkan erdasarkan wilayah, Manado merupakan wilayah yang mengalami peningkatan harga rumah tertinggi yaitu 11,64 persen, terutama pada tipe rumah menengah (12,97 persen).

Sementara itu, harga rumah di wilayah Jabodebek dan Banten secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 5,40 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahunan triwulan yang sama tahun sebelumnya (7,95 persen).

WN Australia Gembong Narkoba Buronan BNN Nyamar jadi Turis Tinggal di Gili Trawangan
Bea Cukai gandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor

Bea Cukai, LPEI BI, dan Kedubes Malaysia Gelar Asistensi dan Bussiness Matching UMKM di Bekasi

Serius kawal pertumbuhan UMKM di wilayah Bekasi, Bea Cukai kini menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI).

img_title
VIVA.co.id
16 Mei 2024