NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Peras Pengguna Sabu, Empat Polisi Divonis 6 Bulan Penjara

Selasa, 10 Desember 2019 | 22:34 WIB
Oleh : Hardani Triyoga, Putra Nasution (Medan),
Foto :
  • VIVAnews/Putra Nasution
Lima terdakwa dalam persidangan

VIVAnews –  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman ringan kepada empat oknum polisi masing-masing 6 bulan kurungan penjara. Para terdakwa itu terbukti salah melakukan pemerasan terhadap tersangka kasus narkoba.

"Mengadili dan memeriksa perkara ini. Dengan ini, menjatuhkan hukuman kepada 4 terdakwa masing-masing 6 bulan penjara," kata Majelis Hakim Fahren di PN Medan, Selasa, 10 Desember 2019.

Keempat terdakwa itu adalah, Jenli Hendra Damanik, Jefri Andi Panjaitan, Akhiruddin Parinduri, dan Arifin Lumbangaol. Mereka oknum polisi bertugas di Polsek Medan Area.

Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan perbuatan keempat terdakwa melanggar pidana Pasal 368 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kemudian, majelis hakim menjatuhkan hukuman 9 bulan penjara kepada seorang warga sipil bernama Deni Pane, yang juga didakwa dalam kasus yang sama.

Putusan terhadap keempat personil Polri ini sama dengan tuntutan yang diajukan JPU Arta Rohani Sihombing. Sementara, untuk putusan terhadap terdakwa Deni Pane lebih tinggi sebulan dari tuntutan. Menyikapi putusan ini baik terdakwa mau JPU masih menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU menyebutkan keempat terdakwa oknum polisi bekerja sama dengan Deni Pane, seorang warga sipil mengamankan seorang pengguna sabu bernama M. Irfandi di Kota Medan, pada Selasa, 26 Maret 2019 sekira pukul 03.00 WIB.

Dari hasil penggeledahan ditemukan satu kotak minyak yang berisi alat isap sabu dari tempat penyimpanan barang bagian sebelah kiri depan sepeda motornya. Selain itu, sebungkus kecil plastik tembus pandang berisi sabu dari saku belakang celana Irfandi.

Setelah diamankan, keempat terdakwa sepakat untuk tidak membawa Irfandi ke Polsek Medan Area. Kemudian, terdakwa Arifin Lumbangaol menyuruh Deni Pane untuk menjumpai mereka di kawasan Jalan Gedung Arca untuk membawa sepeda motor Irfandi.

Kemudian, Irfandi dibawa ke sebuah warung di Jalan Gandi Medan dan memaksa Irfandi menghubungi orang tuanya untuk menyediakan uang Rp50 juta agar kasus itu tidak diproses. 

Namun, ayah Irfandi, M Rusli hanya bisa menyanggupi sebesar Rp 20juta, dengan perjanjian Irfandi akan dibebaskan dan tidak diproses hukum. Keluarga Irfandi merasa diperas, ia melaporkan hal itu ke Polrestabes Medan.

Kelima terdakwa itu langsung diamankan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan. Selanjutnya, dilakukan penahanan hingga merekan menjalani sidang di PN Medan. (ase)

Topik Terkait
Terbaru