NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Pukul Sopir Pribadi Sampai Berdarah, Anggota DPRD Jabar Dipolisikan

Kamis, 23 Januari 2020 | 14:40 WIB
Oleh : Aries Setiawan, Adi Suparman (Bandung),
Foto :
  • www.pixabay.com/bykst
Ilustrasi penganiayaan.

VIVAnews – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Sugianto Nangolah, dilaporkan ke polisi atas kasus pemukulan terhadap M Yusak Rico Raharjo, yang merupakan sopir pribadinya.

Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Barat, M Hasbullah, memastikan telah menerima informasi dugaan kasus pemukulan oleh Nangolah dan akan segera ditindaklanjuti.

"Kami mendengar informasi dari media tentang hal ini. Sebagai Badan Kehormatan kami siap memproses hal ini sesuai prosedur," ujar Hasbullah, Kamis, 23 Januari 2020.

Hasbullah mengimbau kepada korban tidak hanya melaporkan pemukulan tersebut ke Polrestabes Bandung, melainkan juga ke BK DPRD Provinsi.

"Jika pelapor melapor ke kami, akan lebih baik. Karena akan kami dengar semua kesaksiannya. Kalau hanya memeriksa oknum dari anggota DPRD Jabar, bagaimana kita mau tentukan sanksinya," kata Hasbullah.

Menurutnya, dugaan tindakan pemukulan oleh Nangolah terhadap sopir pribadinya sangat disayangkan. 

"Secara pribadi saya menyayangkan. Apalagi kepada sopir ya, yang kita ibaratkan nyawa dari kita kok diperlakukan kasar. Wajar saja korban melapor karena hak asasinya merasa terancam. Mudah-mudahan ini yang terakhir dan bisa jadi cermin anggota DPRD Jabar lainnya," tuturnya.

Sebelumnya, M. Yusak Rico Raharjo mengatakan aksi pemukulan anggota DPRD Jabar tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwenang tak lama setelah kejadian, Selasa, 21 Januari 2020. 

Yusak mengaku telah dipukul Nangolah karena tidak sengaja menabrak tembok di sekitar parkir Gedung DPRD Jabar. Melihat kecelakaan tersebut, terlapor langsung memukulnya tepat di bagian hidung.

"Waktu itu saya menjemput ke Gedung DPRD menggunakan mobil majikan saya, Alphard hitam D 1010 AP. Tak sengaja menyenggol tembok dan sudah minta maaf. Tapi saya langsung dipukul. Sampai saat ini hidung saya masih sakit karena masih sering keluar darah," kata Yusak, Rabu, 22 Januari 2020.

Yusak sudah bekerja sebagai sopir Sugianto Nangolah selama enam bulan. Selama itu, dia sudah sering mendapat caci makian dari majikannya. Untuk kali ini dia mendapat pukulan.

"Kalau dihina atau dimaki-maki nama binatang sudah jadi makanan sehari-hari. Tapi kalau dipukul baru kali ini. Saya berharap proses hukum terus berjalan, saya sakit hati," katanya.

Topik Terkait
Terbaru