NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Gedung SMK di Depok Disulap Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Rabu, 8 April 2020 | 05:32 WIB
Oleh : Renne R.A Kawilarang, Zahrul Darmawan (Depok),
Foto :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis dalam merawat pasien virus corona.

VIVAnews – Pemerintah Kota Depok untuk sementara waktu mengubah fungsi gedung suatu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai tempat karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus Corona (Covid-19). Kebetulan, seperti semua sekolah di Depok, SMK itu tengah ditutup sejak wabah corona merebak sehingga bisa dialihfungsikan untuk sementara waktu untuk hal mendesak. 

“Gedung SMK disiapkan untuk tempat ODP yang memang tidak bisa tinggal di rumahnya, karena keterbatasan kondisi keluarganya, dan kondisi warga tersebut tidak bisa diisolasi di rumah sebagai ODP,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pada Selasa 7 April 2020

Menurut Idris, tempat karantina juga disiapkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan, yang tidak ada gejala-gejala serius. “Kalau itu bisa dilakukan di rumah sehat, yang sudah kita siapkan sekitar 50 sampai 100 ruangan. Semacam Wisma Atlet lah kalau kita bandingkan dengan Jakarta,” jelasnya

Selain itu, Idris juga mengaku pihaknya bakal menyiapkan fasilitas penginapan sementara untuk tenaga medis. “Mudah-mudahan pekan depan bisa selesai, tapi kita harap tidak dipakai yaitu tempat istirahat para tenaga kesehatan,” lanjut Wali Kota.

Idris mengakui Depok memang belum memiliki hotel seperti DKI Jakarta yang digunakan sebagai tempat persitirahatan para tenaga medis selama menangani wabah Corona. “Depok memang belum punya hotel seperti DKI, tapi kita sewa di salah satu wisma dan semoga tempatnya cukup nyaman. Ya kita fasilitasi 100-200 kamar.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Novarita, mengatakan gedung SMK yang disulap menjadi tempat karantina itui harus ditunjang dari berbagai aspek.

“Tempat tidurnya, SDM-nya, kemudian sarana-prasarana vitalnya seperti apa. Itu mesti dicek lagi. Nanti disana juga ada dokter yang jaga.”Ketika disinggung seperti apa kondisi lokasi karantina tersebut, Novarita mengaku belum tahu. “Saya juga belum liat sih ruangannya.”

 

 

 

 

Topik Terkait
Terbaru