NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

DKI Terapkan PSBB, Anies: Nikah Hanya di KUA, Tak Boleh Ada Resepsi

Selasa, 7 April 2020 | 23:17 WIB
Oleh : Aries Setiawan, Fajar Ginanjar Mukti,
Foto :
  • VIVAnews/ Fajar GInanjar Mukti
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

VIVAnews – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan bahwa selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena wabah virus corona, Pemprov DKI betul-betul membatasi semua kegiatan, termasuk sosial budaya. 

Menurut Anies yang juga mantan Mendikbud ini, kegiatan itu seperti pernikahan hingga khitanan.

"Pernikahan tidak dilarang, tetapi hanya dilakukan di KUA. Kemudian resepsinya ditiadakan. Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan perayaan lain seperti kegiatan ritual khitanan (diperbolehkan), tapi perayaannya yang ditiadakan," ujar Anies di pendopo Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 7 April 2020.

Baca juga: Update Corona di Indonesia 7 April 2020: 2.738 Positif, 204 Sembuh

Anies mengungkapkan, selama masa PSBB yang akan berlaku efektif mulai Jumat, 10 April 2020, secara umum, hal-hal yang sudah dilakukan sejak Ibu Kota menerapkan darurat corona sejak sekitar tiga pekan lalu, tetap berlaku. Hal-hal itu contohnya belajar, bekerja, beribadah dari rumah, juga penutupan fasilitas-fasilitas umum di Jakarta.

"Ada beberapa prinsip yang akan kita tegakkan di dalam pembatasan ini. Pada intinya, seperti kegiatan belajar, akan terus seperti kemarin, tidak dilakukan di sekolah, tapi di rumah," ujar Anies.

Kata Anies, karena dalam PSBB ada penegakan aturan yang lebih tegas, sehingga pencegahan corona harus bisa terlaksana secara lebih efektif. DKI saat ini terus merumuskan aturan, yang dilanjutkan dengan sosialisasinya selama pekan ini, hingga penegakan aturan mulai Jumat.

"Ini menjadi pesan bagi semua, bahwa ketaatan kita untuk betul-betul membatasi pergerakan, membatasi interaksi, itu akan sangat memengaruhi kemampuan kita untuk mengendalikan virus ini," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies menyatakan DKI Jakarta akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagaimana digariskan Keputusan Menteri Kesehatan efektif mulai Jumat, 10 April 2020. Anies menyampaikan, secara prinsip, selama ini DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan-pembatasan itu.

"Mulai dari seruan untuk bekerja di rumah, menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengalihkan belajar di rumah, menghentikan kegiatan peribadatan mengganti di rumah, pembatasan transportasi, semua sudah kita lakukan selam 3 minggu ini," kata Anies.

Topik Terkait
Terbaru