Kaskus Siap Jadi News Aggregator

Kaskus
Sumber :
  • http://www.mas-adhie.web.id

Kaskus, komunitas online terbesar di Indonesia (peringkat 10 situs terbanyak dikunjungi di Indonesia versi Alexa) mengumumkan rencananya untuk mengembangkan fitur news aggregator atau pengumpul berita. Andrew Darwis, pendiri Kaskus mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah portal berita online ternama di Indonesia.
 
"Apa yang akan kami kembangkan selanjutnya di Indonesia adalah kolaborasi dengan beberapa situs portal berita online, seperti VIVAnews.com, Detik.com, Kompas.com, dan lainnya," ujar Andrew kepada VIVAnews, usai konferensi pers Grand Launching KASKUS: The Largest Indonesian Community, di Jakarta kemarin sore, Rabu 3 Desember 2008.
 
"Nantinya, Kaskus akan berbentuk news aggregator seperti Yahoo! dan Google, hanya saja konten beritanya Bahasa Indonesia," tandasnya yang juga mengaku sudah melakukan pendekatan dengan beberapa portal besar.
 
Di samping news aggregator, Andrew mengatakan, Kaskus juga akan mengembangkan Wiki Indonesia. "Intinya, kami akan mengembangkan fitur-fitur berbasis komunitas, karena kami juga berasal dari komunitas kecil. Sehingga, Kaskus ini kami arahkan untuk menjadi komunitas jejaring sosial terbesar di Indonesia," ucapnya.
 
Berbicara Kaskus yang mulai dikembangkan sebagai situs profesional sejak Maret silam, situs yang dipelopori oleh tiga mahasiswa Indonesia asal Seattle tersebut pada 2000 tersebut telah sukses mencatat peningkatan pendapatan sebesar 400 persen dibandingkan akhir tahun lalu.
 
Pun begitu, menurut Andrew, pendapatan yang diperoleh tersebut selalu dijadikan dana investasi Kaskus.
 
"Pendapatan kami selalu diinvestasi untuk menambah fitur dan memperbaiki infrastruktur Kaskus. Karena orientasi kami hanya untuk membuat kaskuser tetap nyaman," ujar Andrew yang mengatakan besar investasi yang sudah dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah.
 
Dari segi infrastruktur, hingga saat ini, Kaskus memiliki kapasitas bandwidth internasional sebesar 10Mbps yang memakan dana hingga hampir Rp 100 juta per tahun. Untuk mesin, komunitas tersebut sudah memiliki 16 server Dell PowerEdge dengan seri yang berbeda-beda, dari seri 1950 sampai 2950.