NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Said Didu: Erick Thohir Lulus Uji Nyali

Rabu, 11 Desember 2019 | 01:10 WIB
Oleh : Syahrul Ansyari, Anwar Sadat,
Foto :
  • Fikri Halim/VIVAnews.
Menteri BUMN Erick Thohir.

VIVAnews - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu, mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir. Sebab, Erick dapat mencopot Dirut PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara yang menurut Said adalah orang kuat di lingkungan BUMN.

Said menilai semenjak kasus dugaan penyelundupan Moge dan sepeda lipat di dalam pesawat Garuda, dia tengah melihat apakah Erick berani mengambil langkah tegas. Ternyata, hal itu dibuktikan oleh Erick dan Said mengapresiasi langkah itu.

"4 Desember saya mengatakan Pak Erick ini uji nyali, apakah berani memberhentikan Dirut Garuda dan tanggal 5 (Desember) dilakukan (pemecatan). Saya menyatakan malam ini beliau lulus uji nyali," kata Said di acara Indonesia Lawyres Club tvOne dengan tema Ketika Garuda 'Diserempet' Moge, Selasa 10 Desember 2019

Said tidak kenal betul siapa sosok Ari Askhara, tetapi dia menilai Ari bukanlah sosok sembarangan. Sebab, meski kinerjanya pas-pasan, namun Ari bisa berpindah-pindah BUMN dan selalu naik tingkatan

"Kenapa saya katakan uji nyali karena saya paham orang ini kelihatannya kesayangan menteri sebelumnya karena dalam waktu 4 tahun 5 kali pindah direksi, tidak pernah bertahun-tahun. Jadi dipindah-pindah dan naik terus. Jadi ini kesayangan, sekarang berhasil diberhentikan. Berarti ada perbedaan dengan perlakuan menteri sebelumnya," kata Said.

Menurut Said, dalam langkah yang diambil Erick ini dapat diambil dua kesimpulan. Pertama yakni apakah Presiden Jokowi telah menerapkan arahan yang berbeda dari lima tahun yang lalu ataukah menggunakan arahan yang sama. Apabila Jokowi menerapkan arahan yang sama berarti dapat diketahui bahwa Menteri BUMN sebelumnya tak menjalankan arahannya.

"Yang menarik adalah inikan presiden yang sama tapi kebijakan menteri sebelumnya dengan sekarang sepertinya berbeda. Pertanyaannya adalah apakah memang arahan presiden kepada menteri sebelumnya berbeda dengan arahan yang sekarang? Karena kalau sama arahannya berarti menteri sebelumnya yang tidak jalankan arahan presiden, dan menteri sebelumnya jalan sendiri tidak sesuai dengan arahan," kata Said lagi.

Namun, jika ternyata arahan Jokowi berbeda, Said menilai arahan saat ini dari Jokowi sudah cukup bagus dan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. "Kalau berbeda berarti presidennya sudah berubah menjadi lebih baik kira-kira itu," ujarnya.

Topik Terkait
Terbaru