NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Gempa 6,8 SR di Mindanao Filipina Dirasakan hingga Sulawesi Utara

Minggu, 15 Desember 2019 | 18:27 WIB
Oleh : Dedy Priatmojo, Bayu Nugraha,
Foto :
  • SCMP.com
Gempa bumi di Filipina

VIVAnews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbaharui informasi mengenai data gempa bumi yang terjadi di wilayah Mindanao, Filipina menjadi 6,8 SR. Gempa yang terjadi pada Minggu, 15 Desember pukul 13.11 WIB dirasakan hingga Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, titik gempa terletak pada koordinat 6.64 LU dan 125.24 BT tepatnya berlokasi di darat pada jarak sekitar 5 km tenggara Magsaysay pada kedalalaman 37 km.

"Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Diduga kuat pembangkit gempa ini adalah Sesar Regional Cotabato yang melintasi wilayah Cotabato hingga Davao Del Sur di Mindanao," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Desember 2019.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser geser (strike slip fault) yang merupakan karakteristik mekanisme sumber Sesar Cotabato.  

Lebih lanjut, ia menuturkan, dampak guncangan gempa ini di sekitar episenter khususnya di Davao Del Sur diperkirakan mencapai VII MMI dan berpotensi destruktif. 

"Gempa ini juga dirasakan di wilayah Indonesia yaitu daerah Sangihe Talaud Sulawesi Utara yang jaraknya lebih dari 334 km dari pusat gempa. Di Sangihe Talaud dirasakan II - III MMI MMI. Guncangan dirasakan orang banyak seakan-akan ada truk berlalu dan membuat benda tergantung bergoyang," katanya.

Namun demikian hingga saat ini di Sangihe Talaud belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring menunjukkan baru terjadi 1 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M5,0 pada pukul 13.33 WIB.

Sebelumnya, di wilayah ini sudah terjadi tiga gempa kuat pada tanggal 16, 29 dan 31 Oktober. Dalam peristiwa ini lebih dari 40 orang meninggal dan 800 orang menderita luka-luka. Ketiga gempa kuat ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas zona Sesar Cotabato. (ren)

 

Topik Terkait
Terbaru