NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Jelang Pilkada Surabaya, Warga Bikin Flash Mob #RismaSelamanya

Minggu, 15 Desember 2019 | 19:06 WIB
Oleh : Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya),
Foto :
  • VIVAnews/Nur Faishal
Tarian massal atau flash mob #RismaSelamanya oleh simpatisan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma di Taman Bungkul, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 15 Desember 2019.

VIVAnews – Kecintaan warga Surabaya, Jawa Timur, kepada Tri Rismaharini alias Risma sepertinya sudah mengakar. Itu terasa saat ratusan relawan Wali Kota Surabaya tersebut menari massal (flash mob) #RismaSelamanya di Taman Bungkul Surabaya pada Minggu, 15 Desember 2019. Tarian itu pun memantik pengunjung untuk menonton, sebagian malah bergabung.

Tarian massal #RismaSelamanya dilakukan relawan di jalan depan Gedung Grha Wonokoyo, tepat di samping Tamam Bungkul. Mengenakan baju serba putih #RismaSelamanya, sekira seratusan relawan berkerumun. Beberapa memegangi kertas merah bertulisan huruf-huruf yang ketika digandeng membentuk tulisan #RismaSelamanya.

Tak lama kemudian, beberapa penari menerobos ke tengah kerumunan. Mereka menari mengikuti irama musik di tengah kerumunan relawan. Sementara relawan menyanyikan yel-yel dukungan kepada Risma. Pengunjung Taman Bungkul dibuat tertarik dengan aksi tersebut. Mereka pun mendekat dan bahkan banyak yang ikut menari.

Flash mob yang digelar relawan Risma Selamanya juga menampilkan yel-yel dan ragam tulisan kreatif. Di antaranya "Risma Wani" dan "Viva La Risma." Sebagai pengiring gerakan tarian, ada pula jingle yang diciptakan spontan berisi lirik, 'Acungkan jempol, Risma Love You Pol'.

Kegiatan #RismaSelamanya itu adalah aksi kesekian dilakukan oleh relawan Risma, menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Surabaya 2020. Karena sudah dua periode, Risma tidak bisa lagi mencalonkan diri, kendati masih diinginkan oleh warga untuk memimpin Surabaya.

Koordinator #RismaSelamanya wilayah Surabaya Barat, Rosikin, mengatakan bahwa aksi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Risma untuk melanjutkan kiprahnya di Surabaya. "Nilai-nilai kepemimpinan, visi, dan misi Bu Risma harus tetap ada. Kami mendukung Bu Risma untuk terus berkiprah di Surabaya," katanya.

Surabaya, kata Rosikin, tak bisa dipasrahkan kepada sosok sembarangan untuk memimpin. Sebab, masa depan Kota Pahlawan menjadi taruhannya. Jika kemudian Risma tak bisa lagi memimpin, setidaknya Wali Kota Surabaya perempuan pertama itu mencarikan siapa penggantinya yang tepat untuk memimpin Surabaya.

"Surabaya butuh sosok seperti Bu Risma, yakni sosok yang memiliki kepakaran dalam pembangunan kota, memahami birokrasi, punya prestasi, sering blusukan, total dalam bekerja untuk warga, cerdas, dan diterima kaum milenial. Saya kira, tokoh-tokoh yang belakangan ini muncul dan menyatakan diri siap maju sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota belum memenuhi kriteria itu,” ujar Rosikin. (ren)

Topik Terkait
Terbaru