NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Partai Tommy Soeharto: Kasihan Cendana Diseret-seret Kasus MeMiles

Sabtu, 18 Januari 2020 | 00:10 WIB
Oleh : Syahrul Ansyari, Bayu Nugraha,
Foto :
  • VIVAnews/Nur Faishal
Polisi membeberkan barang bukti uang ratusan miliar dan tersangka investasi ilegal Memiles di Markas Polda Jawa Timur di Surabaya pada Jumat, 10 Januari 2020.

VIVAnews - Tiga nama keluarga Cendana ikut terseret dalam kasus investasi ilegal MeMiles. Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 21 Januari pekan depan di Mapolda Jawa Timur.

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang, meminta publik tak mengaitkan dengan nama keluarga Cendana. Menurutnya, permasalahan tersebut merupakan ranah pribadi.

"Saya kira itu pribadi yang bersangkutan bila terlibat, bukan atas nama keluarga Cendana atau bawa-bawa nama keluarga," ujar Badarudin kepada VIVAnews, Jumat 17 Januari 2020.

Selain itu, ia pun meminta publik juga tak mengaitkan kasus ini dengan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto.

"Yang jelas partai (Berkarya) tidak ada sangkut paut dengan kasus itu," katanya.

Ia pun menyerahkan kasus ini sepenuhnya diselidiki pihak kepolisian. Ia ingin kasus ini tak dipolitisir dan menyeret nama keluarga Cendana.

"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan kepolisian. Kasihan keluarga dan nama Cendana diseret-seret. Nanti dipolitisir lagi. Kita positive thinking saja. Dan ini tak ada sangkut paut dengan Partai Berkarya juga," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim mengungkap investasi ilegal berkedok jasa pemasangan iklan bernama MeMiles. Dijalankan PT Kam and Kam, selama delapan bulan anggota berhasil direkrut sebanyak 264 ribu orang. Uang yang sudah dihimpun dari anggota sebanyak lebih dari Rp761 miliar hanya dari satu rekening.

Kasus ini bikin heboh karena diduga menyeret nama sejumlah artis terkenal. Polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni dua bos PT Kam and Kam, KTM dan FS, motivator sekaligus perekrut artis berinisial ML alias Dokter Eva, tim IT MeMiles berinisial PH, dan satu tersangka baru berinisial W. Uang sebanyak Rp124 miliar, belasan mobil, dan aneka barang lain turut disita sebagai barang bukti.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan hanya menyebut satu inisial dari tiga anggota keluarga Cendana, yaitu AHS. Dua anggota lainnya ialah istri dari AHS dan satu anggota keluarga lainnya.

"Sudah dipanggil untuk (diperiksa) Selasa," katanya di Markas Polda Jatim di Surabaya, Kamis kemarin.

Data diperoleh dari penyidik, AHS lebih dikenal dengan nama pendeknya, AS. Adapun istrinya yang juga bergabung di MeMiles berinisial FFC. Satu anggota keluarga Cendana lainnya yang juga dipanggil berinisial IAR. Ketiganya dipanggil karena diketahui menjadi anggota MeMiles dan sudah menerima reward dua unit mobil mewah, yakni Toyota Alphard, dan sejumlah uang. (ren)

Topik Terkait
Terbaru