NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Pulang dari Mojokerto Alami Sesak Napas, Warga Lombok Meninggal

Senin, 30 Maret 2020 | 06:28 WIB
Oleh : Hardani Triyoga, Satria Zulfikar (Mataram),
Foto :
  • ANTARA FOTO/M N Kanwa
Tim medis menurunkan pasien positif terjangkit COVID-19 dari pesawat Hercules C-130 untuk dimasukkan kedalam mobil ambulas, saat simulasi pemindahan pasien COVID-19 di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (26/3/2020).

VIVAnews – Seorang warga Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat meninggal setelah sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Mojokerto Jawa Timur, Minggu, 29 Maret 2020. Korban berinisial SH (45 tahun) bersatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Covid-19 setelah balik dari Mojokerto. 

Awalnya, SH memiliki riwayat perjalanan ke Mojokerto pada 16 Maret 2020. Kemudian pada tanggal 23 Maret, ia dan dua temannya pulang menggunakan truk pengangkut barang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahsanul Khalik, mengatakan pada 24 Maret 2020, korban datang ke Puskemas Pembantu Montong Are dengan keluhan batuk, pilek dan pusing.

"Tapi, saat itu tidak dalam kondisi demam dan tensi normal 120/80 dengan suhu tubuh 36 celcius," kata Achsanul, Senin pagi, 30 Maret 2020.

Korban kemudian diberikan obat dan pulang ke rumah. Namun, karena korban memiliki riwayat perjalanan dari Mojokerto yang merupakan daerah terpapar Coronavirus Covid-19, pihak Puskesmas menetapkan dia sebagai ODP dan meminta pihak dusun dan desa memantau.

"Selanjutnya pada tanggal 25 Maret 2020 kondisi almarhum karena baikan dan tidak memiliki keluhan, dalam kondisi sebagai ODP keluar pada malam harinya bermain bulutangkis," ujarnya.

Baca Juga: Pakar Unair Temukan ‘Nitrico’ Pelawan Covid-19, Segera Diproduksi

Pada tanggal 27 Maret 2020, korban kembali datang ke Puskesmas Pembantu Montong Are dan melaporkan diri ke petugas hanya mengalami gangguan batuk. Korban kemudian diperiksa.

Namun, pada 29 Maret 2020, pukul 05.00 Wita dini hari, korban mengalami sesak napas. Pihak keluarga baru membawa korban ke Puskemas pukul 18.00 Wita, namun di tengah perjalanan korban meninggal dunia.

"Tiba di Puskesmas pukul 18.20 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Atau tepatnya meninggal dalam perjalanan," katanya.

Ahsanul Khalik belum memastikan korban tertular Corona, karena hingga kini masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 
 

Topik Terkait
Terbaru