NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Update Corona di Sulsel 7 April: 88 Positif Dirawat, ODP 2.399

Selasa, 7 April 2020 | 22:46 WIB
Oleh : Arinto Tri Wibowo, Irfan,
Foto :
  • VIVAnews/Irfan
Petugas medis Covid-19 di salah satu RS di Makassar berdoa sebelum bertugas

VIVAnews – Data terbaru Sulsel Tanggap Covid-19 hingga Selasa petang, 7 April 2020, menyebut pasien Corona yang sudah sembuh dan sehat 56 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 23 pasien sebelumnya dinyatakan positif dan 33 dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pasien positif Corona yang masih dirawat dan tersebar di sejumlah rumah sakit di daerah ini, sebanyak 88 orang, dan 11 pasien meninggal dunia.

PDP Corona yang dirawat berjumlah 262 orang, 11 meninggal dunia. Adapun 2.399 Orang Dalam Pemantauan (ODP), sebanyak 1.730 masih proses pemantauan, dan 669 sudah selesai pemantauan.

Baca juga: Pejabat Kota Makassar Berstatus PDP Meninggal, Balai Kota Disterilkan

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menyatakan lebih memilih fokus mengatasi episentrum penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros, meski ada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Nurdin, tidak semua wilayah memiliki kesamaan. Sebelum PSBB itu dibuat, sebagian Sulsel sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona, termasuk dengan meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical distancing, dan social distancing.

"Saya ingin sampaikan kepada kita semua, kita harus berhati-hati memberlakukan (PSBB) di Sulsel, karena tidak semua wilayah sama dari 24 kabupaten kota," tuturnya. 

Episentrum penyebaran mulai dari Makassar, dan daerah penyangga yakni Gowa dan Maros. "Nah ini sekarang kita fokus di sini. Kita jangan lupa bahwa Sulsel ini adalah penyangga pangan nasional," kata Nurdin saat video conference dengan awak media, Selasa, 7 April 2020.

Sulsel sebagai daerah penyangga pangan nasional, menjadi pertimbangan Gubernur Nurdin Abdullah.

"Bagaimana nantinya kalau semua petani kita dirumahkan? Sekarang ini lagi musim tanam," ujarnya.

Sejauh ini, kata Nurdin, Gugus Tugas Covid-19 terus melakukan upaya untuk mencegah penularan Corona, di antaranya dengan melakukan pemetaan beberapa wilayah yang memang menjadi pusat penularan.

"Kita coba lakukan isolasi wilayah, apakah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan. Tapi ini ada resikonya. Tidak mungkin orang dirumahkan tanpa diberikan bekal," ujarnya.

Topik Terkait
Terbaru