NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Suara Jeblok di 2019, PPP Sebut Faktornya Bukan Cuma Romahurmuziy

Minggu, 15 Desember 2019 | 17:37 WIB
Oleh : Dedy Priatmojo, Reza Fajri,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy jadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

VIVAnews – Suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat tergerus saat pemilihan umum 2019 lalu. PPP menyatakan hal itu bukan hanya disebabkan oleh kasus korupsi yang mendera mantan Ketua Umum Romahurmuziy.

"Jadi tidak hanya persoalan itu saya kira, karena persoalan 5 tahun terakhir ini cukup kompleks persoalan PPP," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi di Jakarta Pusat, Minggu 15 Desember 2019.

Baidowi menyebut salah satu penyebabnya adalah karena ada gangguan di tubuh partai berlambang Kabah ini. Meskipun dia tidak menjelaskan secara detil apa gangguan yang dimaksud.

"Harus diakui bahwa 5 tahun kita ada gangguan di internal, itu membuat PPP juga berpengaruh perolehan suaranya. Ditambah lagi ada musibah. Ya kebetulan saja. Jadi akumulasi akhirnya," ujar dia.

Meskipun demikian, Baidowi percaya diri partainya bisa mendapat perolehan suara yang lebih baik di pemilihan selanjutnya. Dia beralasan ada banyak kader perempuan yang bisa mendongkrak perolehan suara PPP.

"Insya Allah 2024 PPP bangkit. Apalagi disupport total kader-kader perempuan yang cukup handal. Makanya kita alokasikan tadi 30 persen alokasi dana bantuan politik untuk kegiatan pemberdayaan perempuan," kata dia.

Sebagaimana diketahui, mantan Ketum PPP Romahurmuziy didakwa Jaksa KPK dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag Jatim. Jaksa menyebut perbuatan itu dilakukan Rommy besama-sama mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (ren)

Topik Terkait
Terbaru