NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Pilkada Depok, Eks Kader PKS Dijagokan Jadi Kuda Hitam

Rabu, 19 Februari 2020 | 03:44 WIB
Oleh : Hardani Triyoga,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Pekerja menata kotak suara pemilu

VIVAnews – Jelang tujuh bulan perhelatan Pilkada Kota Depok, sejumlah figur digadang-gadang akan bersaing menjadi bakal calon wali kota. Dari peta koalisi, arah politik untuk memperebutkan kursi Depok-1 sudah mulai terlihat.

Peneliti dari Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Muhammad Azhar menganalisis dari dinamika yang ada, PDIP menggandeng Gerindra untuk mengakhiri hegemoni PKS yang dalam tiga periode terakhir di Depok.

Partai 'penguasa' Depok, PKS kemungkinan dari arahnya  membentuk koalisi dengan Golkar. Pun, empat partai lain yaitu PAN, PPP, PKB, dan Demokrat untuk sementara membentuk poros 'koalisi tertata'.

"Tapi dari peta koalisi itu masih membaca dan belum mendeklarasikan jagoan calon wali kota-nya. Ini karena konstelasi masih panas. Peta kemungkinan berubah masih bisa," tutur Azhar, Selasa, 18 Februari 2020.

Bagi dia, untuk Depok, suara pemilih akan melihat figur potensial yang bisa membentuk hegemoni PKS. Manuver Gerindra-PDIP sudah terlihat demi mengikis jagoan yang akan diusung partai dakwah.

"Itu terlihat sekali. Bagaimana Gerindra dan PDIP kita lihat langsung membuat front. Padahal, figur Gerindra adalah mengusung petahana (Mohammad Idris)," ujar Azhar.

Dari analisanya, manuver Koalisi Tertata yang diinisiasi PPP cs ini juga sebagai langkah menjegal PKS. "Koalisi ini untuk membendung PKS. Memunculkan figur baru atau menarik Idris yang memang masih digantung PKS," jelasnya.

Maka itu, belum adanya deklarasi potensi figur alternatif diprediksi bisa jadi opsi partai. Salah satu nama muncul eks kader PKS yang juga pengusaha Bayu Adi Permana. Mantan Kepala Biro Hukum DPP PKS itu dinilai punya potensi selain masih milenial.

"Saya lihat dia masih muda ya. Milenial. Kemudian pengalaman organisasinya mumpuni. Cara sosialisasinya ke masyarakat juga cepat," tuturnya.

Azhar menyebut gerak cepat Bayu namun silent berimbas positif untuk citranya. Cara-cara PKS dinilai masih manjur diterapkan. Hal ini dimaklumi karena Bayu merupakan mantan kader dan menjadi Ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Depok. Apalagi, ia merupakan salah satu tokoh muda yang sudah lama mengenal Depok.

"Cara-cara PKS dia terapkan. Menggerakan jaringan relawan yang menyambangi rumah-rumah warga. Jelas gerakannya konkret. Dia bisa jadi kuda hitam nanti," tuturnya.

Depok merupakan salah satu daerah yang akan ikut serta dalam Pilkada serentak 2020. Sebanyak 270 daerah akan memilih pemimpin baru pada Rabu, 23 September 2020. Rinciannya, ada 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Topik Terkait
Terbaru