Bahaya Obat Palsu di Sekitar Anda

Sumber :

VIVAnews - Semua kalangan membutuhkan obat untuk menyembuhkan penyakit. Tetapi maraknya peredaran obat palsu di pasaran sangat meresahkan masyarakat. Selain penyakit tidak kunjung sembuh, obat-obatan palsu justru bisa menimbulkan kematian.

"Hasil temuan kami tahun 2007 lalu hampir 40 persen obat yang dijual di toko obat tidak resmi itu kadar bahannya obatnya kurang dari ukuran yang semestinya,” kata Ernie Hernawati, peneliti bidang Kajian Obat & Farmasi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Jakarta, 17 Maret 2009.

Sebagai pasien Anda harus lebih kritis dan teliti dalam membeli obat. Karena bentuk warna, dan kemasan obat palsu sangat mirip dengan obat asli. Sehingga, sangat sulit untuk dibedakan terutama oleh masyarakat awam seperti kita.

Untuk menambah pengetahuan dan informasi bagi masyarakat awam tentang obat palsu, Asosiasi Pengusaha Farmasi Internasional (IPMG), sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari 29 perusahaan farmasi internasional berbasis riset meluncurkan laman www.stopobatpalsu.com.

Laman tersebut memberitahu kita supaya teliti memilih obat dengan CINTA. C untuk cermat mengamati kemasan dan obat yang kita beli. I untuk merusak kemasan obat lama yang tidak habis kita konsumsi, hal itu untuk menghindari ditemukannya obat itu oleh pemulung dan dijual lagi pada pengepul.

N untuk niat hidup dengan lebih sehat. T untuk tempat membeli obat hanya di apotek. Dan A untuk ajak semua orang di sekiling kita untuk saling mengingatkan.

Peran masyarakat
Peredaran obat palsu sampai saat ini belum bisa ditangani
oleh pemerintah. Jalur peredaran obat palsu melibatkan banyak pihak dan termasuk kejahatan terorganisir. Sehingga untuk memberantasnya membutuhkan dukungan semua pihak seperti BPOM, kepolisian, IDI dan juga masyarakat termasuk Anda.

Melalui situs di atas, masyarakat bisa ikut mencegah dan memberantas peredaran obat palsu. Salah satu caranya adalah dengan membeli obat di apotek resmi. Dalam laman ini, Anda juga bisa bertanya dan melaporkan jika menemukan obat yang dicurigai palsu.