NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Darurat Corona, DPR Ingatkan Nasib Tahanan di Rutan dan Lapas

Minggu, 29 Maret 2020 | 18:20 WIB
Oleh : Syahrul Ansyari,
Foto :
Ilustrasi penjara.

VIVAnews - Anggota Komisi III DPR, Jazilul Fawaid, meminta pemerintah mengambil langkah-langkah darurat dalam kondisi wabah virus corona atau Covid-19 seperti saat ini. Salah satunya adalah dengan mengurangi kapasitas rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Saat ini ada dua keadaan darurat. Pertama, masyarakat dalam keadaan darurat akibat penyebaran virus corona. Kedua, darurat lapas dan rutan yang sudah lama over capacity,” kata anggota DPR dari PKB ini, Minggu, 29 Maret 2020.

Baca juga: Update Corona 29 Maret 2020: 1.285 Positif, Sembuh 64, Meninggal 114

Ia menyebut bahwa petugas lapas maupun rutan tidak bisa menjamin bahwa virus corona tidak akan tertular di tempat mereka. Ia melihat saat ini belum ada langkah atau protokol yang jelas untuk pencegahan penyebaran corona bagi para tahanan.

Untuk mengurangi jumlah tahanan dalam keadaan darurat seperti ini ia mengusulkan kepada pemerintah dalam hal presiden agar memberikan amnesti kepada tahanan yang mendapatkan hukuman ringan. Selain itu juga perlu membantarkan tahanan yang belum mendapatkan hukuman in kracht.

“Yang belum in kracht bisa dibantarkan, yang sudah in kracht tapi kasusnya masih ringan bisa dilakukan pengawasan di luar lapas,” kata Jazilul.

Jazilul meminta Presiden Jokowi berani untuk mengambil pembantaran atau pembebasan tahanan ini. Apalagi sejumlah negara telah mengambil kebijakan seperti ini, seperti Iran dan lainnya untuk mencegah penyebaran corona.

Ia meminta pemerintah tidak terlambat mengambil kebijakan dalam keadaan darurat ini, apalagi sampai menimbulkan wabah dan korban jiwa di dalam rutan maupun lapas.

“Dalam keadaan darurat apapun bisa diambil langkah. Justru kalau sudah jatuh korban baru mengambil tindakan itu namanya terlambat,” kata Jazilul.

Topik Terkait
Terbaru