NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Disindir Jokowi Lagi, Ini Sejumlah Manuver Politik Surya Paloh

Kamis, 7 November 2019 | 09:22 WIB
Oleh : Dusep Malik,
Foto :
  • VIVA/Nur Faishal
Ketum Nasdem Surya Paloh di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 28 Oktober 2018.

VIVAnews – Presiden Joko Widodo secara blak-blakan menyindir Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh usai berpelukan yang tak biasa dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman.

Langkah yang diambil poros Gondangdia itu tak ayal membuat Presiden Jokowi curiga, karena Surya Paloh dinilainya tak melakukan hal yang sama kepada Jokowi, sejak mendukungnya pada 2014 silam.

Sejumlah manuver politik Surya Paloh pun tercatat dalam rangkuman VIVAnews sejak usai Pemilu Presiden 2019 lalu. Di mana, Paloh kerap safari politik ke sejumlah partai yang notabenenya adalah oposisi.

Sebut saja yang pertama, pertemuan antara Surya Paloh dan Probowo Subianto jelang pelantikan Presiden pada Minggu 13 Oktober 2019. Keduanya bertemu dikediaman Surya Paloh, meski membantah membahas terkait susunan kabinet.

Lalu, kedua adalah dukungan Partai NasDem pada Anies Baswedan untuk 2024, padahal waktu itu adalah menanti pelantikan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua. Surya Paloh di situ menggadang Anies untuk pencalonan presiden 2024.

Pada manuver politik pencalonan Anies tersebut, muncul kesan publik bahwa Partai NasDem sedang memperingatkan Megawati dan PDI Perjuangan, untuk tidak berjalan sendirian dalam lima tahun pemerintahan kedua Jokowi.

Kemudian, ketiga adalah menyatakan bahwa Partai NasDem merasa lucu bahwa Presiden Joko Widodo belum memberikan kabar soal jatah menteri. Padahal saat itu, opini bahwa ada tarik ulur jatah Jaksa Agung sedang terjadi dengan PDI Perjuangan. 

Dan, manuver yang cukup menyita perhatian atau yang keempat adalah pertemuan dengan Presiden PKS, Sohibul Iman. Di sini, Paloh berkunjung ke kantor Partai Keadilan Sejahtera pada Rabu 30 Oktober 2019.

Dalam pertemuan ini, Paloh berdalih hanya ingin bekerja sama dengan PKS dalam membangun pendidikan politik di Indonesia. Ia pun menyatakan, akan tetap bersikap kritis terhadap pemerintah. (asp)

Topik Terkait
Terbaru