NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Direksi BUMN yang Jadi Komisaris Dapat Tambahan Gaji 30 Persen

Sabtu, 14 Desember 2019 | 16:24 WIB
Oleh : Siti Ruqoyah, Fikri Halim,
Foto :
  • VIVAnews / Fikri Halim
Kepala Bagian Protokol dan Humas Kementerian BUMN, Ferry Andrianto

VIVAnews – Isu rangkap jabatan direksi BUMN sebagai komisaris di anak cucu usahanya ramai diperbincangkan belakangan ini. Hal itu menyusul terkuaknya informasi bahwa sejumlah direksi Garuda Indonesia Tbk menjabat komisaris di anak hingga cucu usahanya.

Lantas, berapa tambahan gaji direksi jika menjabat sebagai komisaris di anak usaha?

Kepala Bagian Protokol dan Humas Kementerian BUMN, Ferry Andrianto, mengatakan setiap direksi yang menjabat sebagai komisaris di anak usaha akan mendapat tambahan gaji atau remunerasi sebesar 30 persen dari total gaji direksi di induk usaha. Menurutnya itu diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor 4 Tahun 2014 dan juga di Peraturan Menteri BUMN Nomor 4 Tahun 2013.

"Direksi BUMN menjadi komisaris di anak usaha dengan remunerasi maksimal 30 persen dari gaji direksi," kata Ferry usai diskusi di Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.  

Kalaupun direksi menjadi komisaris di banyak anak usaha, dia menuturkan remunerasi yang diperoleh tetap sesuai ketentuan 30 persen gaji direksi di induk usaha. Dia memastikan tidak ada tambahan lagi jika menjabat komisaris lagi di banyak anak usaha.  

"Kalau sampai 6 (jabatan komisaris) kompensasinya tetap tidak lebih dari 30 persen. Cuma (sebetulnya) belum ada ketentuan berapa jumlah yang semestinya untuk (gaji) direksi BUMN terhadap anak perusahaan. Tapi sepertiganya," kata dia.

Meski begitu, dia mengakui bahwa rangkap jabatan direksi sebagai komisaris di anak usaha tidak dilarang. Tapi, seharusnya tidak sampai menjabat di 5 atau 6 perusahaan bahkan 8 perusahaan. Menurutnya, Menteri BUMN Erick Thohir akan membatasi direksi BUMN hanya menjabat di dua atau tiga komisaris di anak usaha.

"Prinsipnya tidak dilarang. Tidak tercela seandainya jadi komisaris di anak usaha atau perusahaan patungan. Yang jadi perhatian adalah jumlah anak usaha itu banyak sekali. Yang jadi catatan ditemukan sampai 6. Banyak sekali. Gimana direksi BUMN bisa jadi optimal," kata dia. 

Seperti diketahui, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia merangkap komisaris utama di enam anak usahanya yaitu:

1. Komisaris Utama PT GMF AeroAsia (anak)

2. Komisaris Utama PT Citilink Indonesia (anak)

3. Komisaris Utama PT Aerofood Indonesia (cucu)

4. Komisaris Utama PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu)

5. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu)

6. Komisaris Utama PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu)
 

(ase)

Topik Terkait
Terbaru