NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Kendalikan Virus Corona, China Luncurkan Aplikasi dan Drone Pengintai

Rabu, 12 Februari 2020 | 12:40 WIB
Oleh : Dusep Malik,
Foto :
  • tvOne
Tim ahli China mengamati melalui layar komputer satu sampel virus corona

VIVAnews – Pemerintah China meluncurkan aplikasi baru yang bisa memperingatkan orang-orang tentang bahaya terinfeksi virus corona. Aplikasi itu dapat memperingatkan orang yang telah melakukan kontak dengan penderita virus mematikan asal Wuhan, China.

Dilansir dari Business Insider, pada Rabu 12 Februari 2020, dijelaskan bahwa aplikasi baru itu dapat memeriksa siapapun yang telah bertemu atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus corona.

Aplikasi tersebut dinamai 'Close Contact Detector' yang diluncurkan oleh komisi kesehatan nasional China. Aplikasi ini telah diluncurkan pada Sabtu akhir pekan lalu.

Dalam aplikasi tersebut, pengguna diharuskan memasukkan nomor telepon yang kemudian akan digunakan untuk melacak lokasi pengguna dan terhubung dengan aplikasi pengguna lainnya.

"Kontak dekat, mengacu pada seseorang yang berada dalam jarak dekat, tanpa perlindungan yang efektif, dengan kasus yang dikonfirmasi, kasus yang diduga atau kasus ringan," kata Komisi Kesehatan Nasional.

Komisi mencontohkan cara kerja aplikasi tersebut dalam penerbangan, misalnya, penumpang di baris yang sama, dan tiga baris di depan dan tiga di belakang, sebagai orang yang terinfeksi dianggap berada dalam "kontak dekat".

Seperti diketahui, peluncuran aplikasi ini dilakukan karena virus corona telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menginfeksi lebih dari 42 ribu orang di seluruh dunia.

Penggunaan Drone

Sementara itu, upaya pencegahan penyebaran virus corona juga dilakukan China dengan menggunakan teknologi canggih lainnya. Seperti, drone pintar yang diterbangkan di kota-kota yang terinfeksi corona.

Drone tersebut akan mengeluarkan perintah medis kepada warga yang kedapatan ditemui keluar dari rumah. Dari drone tersebut warga juga diperintahkan untuk kembali ke rumah dan tidak boleh berjalan tanpa menggunakan masker.

Upaya penggunaan teknologi itupun dinilai efektif, sebab pejabat China yang memantau sejumlah lokasi terjangkit virus akan menangkap pelanggar jam malam melalui kemera pengenal wajah yang ada di dalam drone tersebut.
 

Topik Terkait
Terbaru