NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Virus Corona: Perusahaan Apa Saja yang 'Diuntungkan' oleh Epidemi?

Rabu, 11 Maret 2020 | 10:50 WIB
Foto :
  • bbc
Netflix, perdagangan daring, layanan antar makanan adalah perusahaan yang masuk ke dalam radar para investor.-GETTY IMAGES

Di saat pasar global mengalami pukulan besar akibat wabah virus corona, beberapa perusahaan malah diuntungkan.

Perusahaan-perusahaan ini - karena sifat bisnis mereka - mengalami lonjakan keuntungan. Lalu jika wabah ini berlanjut, perusahaan-perusahaan ini diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan dan saham.

Beberapa di antaranya adalah perusahaan-perusahaan yang memproduksi vaksin, disinfektan dan masker.

Di antara kelompok tersebut, ada peningkatan drastis kegiatan perusahaan farmasi dan bioteknologi yang sedang melakukan uji coba klinis untuk mengembangkan vaksin untuk melawan virus tersebut.

Misalnya Inovio Pharmaceuticals menjadi sorotan sesudah mereka menyatakan akan memulai uji coba kepada manusia bulan depan di Amerika Serikat. Nilai perusahaan itu meningkat lebih dari dua kali lipat.

Pesaing mereka adalah perusahan seperti Moderna, Novavax, Gilead, AIM ImmunoTech dan Vir Biotechnology.

Menghindar tempat umum

Selain perusahaan seperti ini, yang mendapat keuntungan juga dari wabah adalah perusahaan di bidang telekonferensi, pendidikan dan hiburan daring.

Ini terjadi terutama setelah beberapa negara seperti Jepang dan Italia menutup sekolah, dan beberapa perusahaan seperti Google dan Twitter meminta karyawan mereka bekerja dari rumah.

Di bagian dunia lain orang memilih menghindar tempat umum seiring meningkatnya kasus infeksi dan kematian, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO).

Untuk menggambarkan kenyataan ini, sebuah firma investasi MKM Partners membuat indeks bernama "indeks tinggal di rumah" yag bertujuan mengikuti lintasan perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dari penyebaran virus ini.

Meski begitu, bahkan perusahaan yang "berjaya" di tengah krisis tak terhindar dari dampak naik turun yang terus berkembang dari menit ke menit.

Bahkan ketika Bank Sentral Amerika memotong suku bunga 0,5% hari Selasa lalu (03/03), ini tak cukup berhasil membalikkan suasana pesimistis yang melanda para investor.

Di tengah ketidakpastian, berikut ini adalah beberapa perusahaan yang mencatat tren positif.

Getty Images
Perusahaan pendidikan daring atau fasilitas konferensi daring seperti ini akan mendapat keuntungan dari berkurangnya mobilitas orang ke luar rumah.
  • Inovio: nilai saham mereka telah meningkat lebih dari dua kali lipat sesudah wabah. Vaksin mereka yang disebut INO-4800 dikembangkan menggunakan DNA virus alih-alih menggunakan metode tradisional yang biasanya dilakukan dengan menguji coba virus yang dimatikan.
  • Modern: saham meningkat 42% ketika mereka mengumumkan pengiriman vaksin ekeperimental melawan virus corona ke National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat untuk uji coba klinis terhadap manusia.
  • Novavax: ketika mereka melaporkan adanya perkembangan riset pencarian vaksin beberapa pekan lalu, saham mereka meningkat 20%.
  • Regeneron Pharmaceuticals : mengembangkan perawatan virus corona. Ini merupakan salah satu perusahaan indeks S&P 500 di Wall Street yang mengalami kenaikan 10% harga sahamnya minggu lalu sementara saham lain di indeks tersebut jatuh drastis dalam pekan terburuk perdagangan saham sejak krisis finansial 2008.
  • Top Glove: produsen sarung tangan medis terbesar di dunia.
  • K12 : spesialis pendidikan daring untuk anak-anak. Minggu lalu saham mereka melonjak 19%.
  • Zoom Video: menyediakan layanan konferensi video untuk perusahaan.
  • Teladoc: layanannya adalah menghubungkan dokter dengan pasien secara daring. Sahamnya meningkat hampir 10% minggu ini, dan 50?lam tahun ini.
  • Netflix: sekalipun saham mereka meningkat tipis saja dalam beberapa hari belakangan, tetapi akumulasi peningkatan hampir mencapai 15%.
  • Amazon: saham mereka turun di beberapa hari terakhir, namun tak sebanyak daripada penurunan pada umumnya.
  • YouTube : tak ada performa yang spektakuler, tetapi perusahaan induk mereka Alphabet memiliki posisi yang sangat baik.
Getty Images
Investor melirik perusahaan yang digabungkan ke dalam indeks saham `tinggal di rumah` yang mungkin akan lebih menguntungkan di tengah epidemi.

Dalam indeks "tinggal di rumah," MKM Partners memasukkan Facebook , pengembang gim video Activision Blizzard, perusahaan pembuat alat olahraga dalam ruangan Peloton dan perusahaan layanan antar makanan GrubHub, selain Netflix dan Amazon.

Dalam sebuah laporan, perusahaan investasi mengatakan mereka memberi perhatian pada produk atau perusahaan yang berpotensi meraih untung dari dunia di mana orang-orang dikarantina.

UBS Global Wealth Management menerbitkan analisis bahwa perusahaan yang didedikasikan untuk e-commerce dan layanan antar makanan akan mengalami peningkatan pengguna karena orang menghindar keluar rumah.

Cairan pembersih tangan

Permintaan terhadap pembersih tangan meningkat di berbagai belahan dunia.

Menurut data yang diterbitkan firma periset pasar, Kantar hari Selasa lalu (03/03), penjualan cairan pembersih tangan di Inggris meningkat 225% selama bulan Februari jika dibandingkan dengan penjualan di bulan yang sama tahun lalu.

Getty Images
Penjualan pembersih tangan di AS meningkat 70%.

Bahkan beberapa apotik mulai memberlakukan batas maksimum penjualan dua pembersih tangan saja dalam sekali pembelian.

Di Amerika Serikat, peningkatan produk ini adalah 70% di bulan Februari, menurut laporan Nielsen.

Konsumen di Asia juga menyimpan barang kesehatan personal menyusul wabah dan di Italia, penjualan sabun juga meningkat drastis.

Di sisi lain, saham 3M, perusahaan yang memproduksi masker dan beberapa produk lain memperlihatkan perilaku yang tak menentu - sekalipun pemerintah AS mengumumkan adanya kontrak baru dengan mereka.

Topik Terkait
Terbaru