NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Ekspor Produk Halal, Indonesia Tertinggal oleh Brasil

Jumat, 13 Desember 2019 | 11:26 WIB
Oleh : Daurina Lestari, Reza Fajri,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Wakil Presiden Maruf Amin memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus DPP IAEI

VIVAnews – Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menyebut saat ini adalah momentum yang baik untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Indonesia, katanya, telah mendapatkan kenaikan peringkat dalam perkembangan keuangan syariah.

Hal itu disampaikan Ma'ruf di acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat 13 Desember 2019.

"Bahkan menurut Islamic Finance Country Index atau IFCI, Indonesia pada tahun 2019 telah menduduki peringkat pertama, naik dari peringkat ke-6 pada tahun 2018," kata Ma'ruf dalam sambutan dia.

Namun, menurutnya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih jauh dibandingkan dengan potensinya. Sampai Januari 2019, market share keuangan syariah di Indonesia, termasuk perbankan dan asuransi, menurutnya baru mencapai 8,6 persen.

"Sedangkan khusus untuk perbankan syariah bahkan baru mencapai 5,6 persen," ujar Ma'ruf.

Kontribusi Indonesia di pasar halal dunia juga katanya masih sangat kecil. Ekspor produk halal menurutnya baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia yang mencapai US$2,1 triliun pada tahun 2017.

"Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brasil yang merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia, dengan nilai US$5,5 miliar, disusul oleh Australia dengan nilai US$2,4 miliar," kata Ma'ruf.

Sementara, pada tahun 2018, Indonesia disebut telah membelanjakan US$214 miliar untuk produk halal. Atau mencapai 10 persen dari pangsa produk halal dunia.

"Dengan angka tersebut, Indonesia menjadi negara yang paling besar dalam hal belanja produk-produk halal tersebut dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya," katanya.

Topik Terkait
Terbaru