NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Aset Bakrie & Brothers Meningkat Sampai Rp15,29 Triliun di Q3-2019

Jumat, 13 Desember 2019 | 14:20 WIB
Oleh : Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya,
Foto :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya
Paparan Publik Tahunan PT Bakrie & Brothers Tbk

VIVAnews – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat kinerja positif di kuartal III-2019, dengan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization atau EBITDA sebesar Rp207 miliar.

Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan capaian tersebut mengalami peningkatan tiga kali lipat, dibanding periode yang sama tahun 2018 yang hanya mencapai sebesar Rp50 miliar.

"Kuartal III-2019 ini BNBR juga berhasil membukukan total aset sebesar Rp15,29 triliun, dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp14,34 triliun," kata Anindya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 13 Desember 2019.

Anindya menjelaskan, peningkatan aset sebesar 7 persen ini utamanya disebabkan oleh peningkatan investasi jangka pendek, dan investasi pada entitas asosiasi, dan entitas pengendalian bersama.

Selain itu, BNBR juga mencatatkan ekuitas yang kembali positif sejak akhir 2018 yang hanya sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 18 persen pada kuartal III-2019 menjadi Rp3,17 triliun.

"Dan meraup laba bersih sebesar Rp349,49 miliar atau meningkat 128,62 persen dibanding kuartal III-2018, yang mencatatkan kerugian sebesar Rp1,2 triliun," ujar Anindya.

Sementara pendapatan BNBR di kuartal III-2019 juga tercatat naik 6,16 persen menjadi Rp2,47 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,3 triliun.

“Ini adalah momen bounce back bagi BNBR, di mana ekuitas kembali positif sejak akhir tahun 2018 lalu, terlebih jika kita lihat laba bersih. Di mana kini sudah berbalik, dari rugi sejak semester pertama tahun 2018 lalu,” kata Anindya.

Dia juga membeberkan, dalam Laporan Keuangan Perseroan kuartal III-2019, indikator finansial BNBR memperlihatkan capaian yang lebih baik jika dibanding kuartal III tahun lalu.

“Peningkatan perolehan laba Perseroan pada kuartal III tahun ini adalah catatan yang bagus. Sebab, tahun lalu Perseroan masih mencatat rugi Rp1,2 triliun lebih,” ujarnya. (ren)

Topik Terkait
Terbaru