NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Erick Thohir Akan Pisahkan BUMN Berdasarkan Aspek Bisnis dan Sosial

Jumat, 17 Januari 2020 | 13:08 WIB
Oleh : Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya,
Foto :
  • VIVAnews / Fikri Halim
Menteri BUMN Erick Thohir

VIVAnews – Dalam upaya meningkatkan efisiensi di sejumlah badan usaha milik negara, Menteri BUMN, Erick Thohir, berencana memisahkan kategori BUMN antara BUMN yang fokus pada aspek bisnis, dan BUMN yang juga berfokus pada aspek bisnis serta tanggung jawab sosial.

Dia bahkan mengaku, pihaknya akan mulai melakukan pemetaan dan kategorisasi, terkait kedua jenis BUMN tersebut.

"Kita akan petakan BUMN mana yang secara penuh ke bisnis, dan mana yang fifty-fifty dimana dampak sosialnya jauh lebih banyak," kata Erick dalam diskusi di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat 17 Januari 2020.

Erick mengaku, salah satu fokus ke depan dalam upaya pengembangan BUMN yang berada di bawah kementeriannya adalah memberikan dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebab, menurutnya skala tanggung jawab sosial BUMN bisa didorong jauh lebih besar, hingga mencapai sekitar 30-35 persen, dibandingkan program-program corporate social responsibility atau CSR korporasi swasta yang hanya berkisar di angka lima persen.

"Artinya, memang BUMN ini selain bisnis, tapi ada dampak sosial juga yang diharapkan," kata Erick.

Erick menilai hal semacam ini perlu lebih ditingkatkan lagi ke depannya, karena pemaknaan BUMN itu sendiri memang harus menjadi perusahaan, dengan dampak dan manfaat langsung yang besar sehingga bisa turut dirasakan oleh masyarakat.

Sebab, lanjut Erick, di tengah era disrupsi ekonomi seperti saat ini, model bisnis BUMN juga harus berubah menjadi dua kategori, yakni melakukan kolaborasi bisnis dan kemitraan bisnis.

"Karena BUMN itu kan enggak bisa jadi menara gading yang berdiri sendiri. Maka kalau ada BUMN enggak jelas, lebih baik dimerger, dilikuidasi," ujarnya.

Topik Terkait
Terbaru