NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Beda Nasib Bali United dan PSM di Piala AFC

Kamis, 27 Februari 2020 | 07:18 WIB
Oleh : Luzman Rifqi Karami,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
Pemain PSM Makassar rayakan gol di Piala AFC.

VIVAnews – Dua wakil Indonesia, Bali United dan PSM Makassar baru saja melakoni pertandingan kedua di penyisihan Grup Piala AFC 2020. Hasil bertolak belakang diraih oleh kedua tim ini.

Bali United di luar dugaan takluk 1-2 dari klub Kamboja, Svay Rieng di Phnom Penh Olympic Stadium, Selasa 25 Februari 2020. Sehari kemudian, PSM sukses menggilas wakil Myanmar, Shan United 3-1 di Stadion Madya Gelora Bung Karno.

Tiga gol PSM lahir melalui aksi Giancarlo Lopes (3'), Yakub Sayuri (53'), dan Ferdinand Sinaga pada masa injury time babak kedua. Sedangkan, Shan United hanya mampu membalas lewat sepakan jarak jauh dari Htet Phyo Wai di menit 73.

Usai pertandingan, pelatih PSM, Bojan Hodak, mengakui, timnya meraih kemenangan dengan tidak mudah. Menurutnya, laga melawan Shan United merupakan pertandingan yang keras.

Lebih lanjut, Hodak merasa beruntung skuat Juku Eja bisa memenangkan pertandingan menghadapi Shan United meski tanpa Wiljan Pluim yang harus absen. Apalagi, kepastian absennya Pluim baru diketahui oleh PSM sehari sebelum pertandingan.

(Baca juga: Intelijen Negara dalam Sepakbola Indonesia)

Hodak mengatakan, pihak AFC baru memberi tahu bahwa Pluim harus absen 2 pertandingan ke depan. Hal itu dikarenakan Pluim mendapatkan kartu merah langsung di pertandingan leg kedua babak playoff Piala AFC melawan Lalenok United, beberapa waktu lalu.

"Ini pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Sehari sebelum pertandingan, departemen legal AFC, memberutahu kami bahwa kapten kami (Wiljan Pluim) tidak bisa main dua laga ke depan. Itu sangat tidak profesional," kata Hodak, di Stadion Madya, Rabu 26 Februari 2020. 

"Padahal, kami sudah berlatih taktik dan lain-lain sejak sepekan sebelumnya, lalu tiba-tiba semua berubah karena mereka memutuskan ini. Inilah yang terjadi kalau orang yang enggak mengerti sepakbola mengurusi hal seperti ini," ujarnya. 

Masih Lemah di Laga Tandang
Sebenarnya, ada persamaan di antara PSM dan Bali United di Piala AFC. Mereka sama-sama baru mengumpulkan 3 poin dari 2 pertandingan.

PSM dan Bali sukses menang saat tampil di kandang sendiri. Namun, mereka malah kalah saat tampil di kandang lawan.

Sebelum melibas Shan United, PSM takluk 1-2 di kandang Tampines Rovers. Sedangkan Bali United sempat menang 4-1 saat menjamu Than Quang Ninh, tapi tumbang 1-2 dari Svay Rieng.

Di Grup G, Bali United bercokol di posisi 3 dengan 3 poin. Di atas mereka, ada Ceres-Negros (4 poin) dan Svay Rieng (3). Than Quang Ninh baru mengumpulkan 1 poin.

Sedangkan di Grup H, PSM juga duduk di peringkat 3 dengan 3 poin. Di atas Juku Eja, ada Kaya-Iloilo dan Tampines Rovers yang sama-sama mengumpulkan 4 poin. Shan United masih tanpa poin.

Matchday 3 baru berlangsung pada 10-11 Maret 2020. PSM menjamu Kaya-Iloilo di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Sedangkan Bali United menghadapi tuan rumah Ceres Negros di Rizal Memorial Stadium.

Topik Terkait
Terbaru