NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Cerita Kelam Rasisme di Barcelona

Jumat, 6 Desember 2019 | 00:05 WIB
Oleh : Zaky Al-Yamani,
Foto :
  • culemania.com
Emmanuel Petit (kiri) dan Patrick Kluivert saat masih di Barcelona.

VIVAnews – Eks bintang Timnas Prancis, Emmanuel Petit mengatakan, bahwa ia pernah mengalami perlakuan rasisme selama berkarier di Blaugrana. Petit berkostum Barcelona pada 2000 dan hanya bertahan semusim sebelum pindah ke Chelsea. 

"Saya punya pengalaman mendapat pelakuan rasisme (di Barcelona). Saya mengalaminya di kamar ganti Barcelona," kata Petit kepada RMC Sport seperti dilansir Marca, Kamis 5 Desember 2019.

"Itu mungkin fakta yang mengejutkan (ada rasisme di Barcelona). Tapi saat itu memang sering terjadi. Meskipun beberapa pemain sangat sering melakukannya," lanjut mantan pemain berusia 49 tahun tersebut. 

Petit mengungkapkan, aksi rasisme tumbuh di Barcelona seiring konflik yang sedang berlangsung antara dua kelompok besar pemain di kamar ganti Barcelona saat itu. Yaitu antara pemain asli Catalunya dan pemain Belanda.

"Saya datang di saat yang buruk. Ada perang di kamar ganti antara pemain Catalan dan pemain Belanda. Ditambah kami dilatih [Lorenzo] Serra Ferrer yang tidak memiliki kekuatan yang cukup atau karisma untuk mengelola tim." 

"Nasionalisme sangat dekat dengan rasisme. Ketika saya baru tiba, mereka mengatakan kepada saya untuk tidak belajar bahasa Spanyol, tapi belajar bahasa Catalunya. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya di Spanyol, dan mereka mengatakan kepada saya bahwa saya berada di Catalonia," cerita Petit. 

"Saya muak dengan hal-hal seperti itu. Ketika seseorang mengidentifikasi diri mereka secara berlebihan (dengan sesuatu), mereka sangat dekat menjadi rasis," tambahnya.

Topik Terkait
Terbaru