NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Kasus Buang Air Saat Pertandingan, Bintang Arsenal Bukan Satu-satunya

Sabtu, 7 Desember 2019 | 05:14 WIB
Oleh : Muchamad Syuhada,
Foto :
  • https://twitter.com/Arsenal
Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang.

VIVAnews – Ada insiden kecil dalam laga Arsenal melawan Brighton Hove Albion pada Kamis malam 5 Desember 2019 kemarin. Penyerang andalan The Gunners, Pierre Aubameyang, mendadak menghilang dari lapangan Emirates Stadium.

Memang cuma beberapa menit saja. Namun itu cukup membuat fans Meriam London bingung sekaligus geram. Sebab hal tersebut terjadi di saat genting, ketika tim sedang dalam tekanan dari tim tamu.

Ujung-ujungnya, Arsenal harus menelan pil pahit. Mereka kalah dengan skor tipis 1-2. Hasil yang amat buruk, karena memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka dalam delapan pertandingan.

Lalu ke mana perginya Aubameyang? Usut punya usut, ternyata dia pergi ke toilet. Ya, dia punya urusan mendesak, buang air.

Tentu fakta tersebut semakin bikin fans kesal. Tapi untungnya mantan bomber Borussia Dortmund itu langsung mendapatkan pembelaan dari manajer interim mereka, Fredrik Ljungberg.

"Saya sebenarnya tidak menyadari dia pergi. Saya hanya melihatnya kembali setelah dia hilang beberapa menit. Ketika harus pergi (ke toilet), Anda harus pergi," kata Ljungberg.

Kasus Aubameyang ini sungguh unik, menarik, kocak, sekaligus konyol. Tapi tentu itu bukan pertama kali terjadi di dunia sepakbola. Sebelumnya juga ada sejumlah kasus serupa, bahkan ada yang lebih memalukan.

Ulah mantan Kiper Arsenal dan MU

Mantan kiper timnas Jerman dan Arsenal, Jens Lehmann, juga pernah mengalaminya ketika memperkuat VfB Stuttgart pada 9 Desember 2009.

Lehmann memutuskan untuk buang air di belakang papan sponsor tepat di belakang gawangnya. Sambil jongkok, Lehmann pipis sekaligus mengamati jalannya pertandingan. Sayang, belum selesai, gawang Stuttgart diserang. Lehmann pun buru-buru melompati papan sponsor dan kembali menjaga gawangnya.

Tindakan Lehmann tertangkap kamera. Namun, wasit Viktor Kassai tidak melihat insiden tersebut. Sedangkan Direktur Olahraga Stuttgart, Horst Heldt, menilai Lehmann seharusnya mendapat kartu kuning atas tindakannya.


"Saya pikir Lehmann mengatasinya dengan penuh pengalaman. Situasinya sangat sulit. Dia tidak bisa lari ke ruang ganti ketika pertandingan berlangsung. Terkadang tidak ada pilihan lain," papar Heldt.

Mantan kiper Manchester United, Fabian Barthez, juga sempat buang air kecil di lapangan ketika Olympique Marseille menghadapi Inter Milan di ajang Piala UEFA pada Agustus 2007. Pada pertandingan di Stade Velodrome, Barthez tanpa malu-malu buang air di depan sekitar 60 ribu suporter.

Hingga kini Barthez tidak pernah mengakui hal tersebut. Namun, tindakan mantan kiper timnas Prancis itu sempat diabadikan oleh salah seorang fotografer.

Jadi Siasat Licik

Terkadang, alasan buang air di tengah pertandingan bisa menjadi sebuah strategi. Hal itu yang terjadi saat Al Salibikhaet melawan Al Kuwait di Kuwait Premier League, 9 November 2012. Pada laga itu, kiper Al Salibikhaet, Talal Al Fadhli, meminta izin wasit untuk pergi ke toilet di pertengahan babak kedua.

Pemain Al Kuwait sempat bingung mengenai apa yang terjadi. Wasit berusaha menghampiri Al Fadhli di tengah lapangan. Setelah mendapat izin dari wasit, Al Fadhli kemudian berlari ke toilet. Pertandingan pun berhenti selama 3 menit.

Off The Post melaporkan, Al Fadhli sebenarnya meminta izin ke toilet demi mengulur waktu pertandingan dan mengganggu ritme permainan Al Kuwait. Sayangnya, Al Salibikhaet tetap kalah 1-5 di pertandingan tersebut.

Paling Memalukan dan Jadi Olok-olok

Insiden buang air saat pertandingan paling memalukan adalah yang dilakukan winger timnas Amerika Serikat, DaMarcus Beasley. Mantan pemain Manchester City itu tertangkap kamera buang air di pinggir lapangan ketika Piala Dunia 2002.

Ketika AS mengalahkan Meksiko 2-0 pada babak 16 besar di Jeonju, Korea Selatan, 17 Juni 2002, Beasley melakukan pemanasan di sebelah bangku cadangan timnas AS. Tidak tahan, Beasley kemudian mengeluarkan alat vitalnya melalui lubang bagian bawah celana dan buang air kecil.


Beasley sepertinya tidak sadar, dalam sepakbola modern, terutama di turnamen sebesar Piala Dunia, banyak kamera yang digunakan. Beasley dan Timnas AS hingga kini tidak mau mengomentari insiden memalukan tersebut.

Mantan winger Southampton yang kini memperkuat tim Siprus, Pafos, Jason Puncheon, menjadi pemain terpaksa pasang muka tembok akibat harus ke toilet saat pertandingan berlangsung.

Insiden itu terjadi ketika Southampton menjamu Everton di St Mary pada lanjutan Premier League, Senin 21 Januari 2013. Kebelet buang air, Puncheon terpaksa meninggalkan pertandingan pada pertengahan babak kedua. Lucunya, malah fans yang melihat aksi Puncheon menduga si pemain terdesak buang air besar.

Sang winger kemudian terlihat kembali ke lapangan pada menit ke-70. Melihat Puncheon balik ke lapangan, fans Southampton kemudian bernyanyi meledek "He s**ts when he wants. He went for a s**ts," (Dia buang hajat kapan pun dia mau. Dia pergi untuk buang hajat).

Kontan nyanyian suporter tersebut disambut gelak tawa Puncheon dan rekan setimnya. Komentator Sky Sports yang menyiarkan langsung pertandingan tersebut juga tertawa ketika mendengar nyanyian suporter tuan rumah. "Sepertinya suporter tahu kenapa Puncheon meninggalkan lapangan," ujar sang komentator.

Rekan setim Puncheon kala itu, Morgan Schneiderlin mengaku baru pertama melihat seorang pemain pergi ke toilet ketika pertandingan.

"Semua pemain mengejeknya. Tapi, dia bilang lebih baik melakukannya di kamar ganti, bukannya di lapangan. Saya baru melihat ini pertama kali dalam karier saya. Tapi, dia melaluinya dengan baik," ujar Schneiderlin.

Jika Schneiderlin kaget, lain halnya dengan Mauricio Pochettino yang ketika itu baru ditunjuk menangani Southampton. Manajer asal Argentina itu mengaku pernah menyaksikan hal yang sama ketika menangani Espanyol.

"Ini kali kedua terjadi saat saya menjadi manajer. Sebelumnya terjadi di Espanyol dengan Victor Ruiz, bek tengah Valencia saat ini. Ketika manajer baru datang, para pemain ingin tampil mengesankan dan saraf-saraf mereka bisa lebih baik dari Anda," ungkap Pochettino ketika itu.

Topik Terkait
Terbaru