NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Jakarta Terapkan PSBB, Dampaknya ke Mana-mana

Rabu, 8 April 2020 | 04:30 WIB
Oleh : Mohammad Arief Hidayat,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

VIVAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk pengendalian wabah corona di Ibu Kota. Kebijakan berlaku mulai 7 April 2020 sampai empat belas hari berikutnya. Jika masih terdapat bukti penyebaran corona, pembatasan bisa diperpanjang lagi.

Jadi, sejak kemarin sampai dua pekan mendatang, sekolah-sekolah dan tempat-tempat kerja diliburkan, tempat-tempat ibadah ditutup sementara dan kegiatan keagamaan dilaksanakan di rumah, fasilitas-fasilitas umum ditutup, kegiatan sosial dan budaya dibatasi, transportasi publik dikurangi, kerumunan dilarang.

Pembatasan secara massal itu dianggap mendesak karena Jakarta menjadi episentrum wabah Covid-19 di Indonesia. Sudah 1.395 orang positif terinfeksi virus corona dan 133 orang di antaranya meninggal dunia (data 7 April). Kalau laju penyebaran tak segera dihentikan, cakupan penularan akan tak terkendali.

Pembatasan itu berdampak pada banyak hal, di antaranya kegiatan ekonomi kian lumpuh, angkutan umum dibatasi, dan para pengemudi taksi online dan ojek online dilarang membawa penumpang dan hanya dibolehkan mengangkut atau mengantar barang.

Berikut ini informasi selengkapnya tentang kebijakan PSBB dan sektor-sektor yang terdampak:

1. Keputusan Menteri Kesehatan

Jakarta resmi menjadi daerah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) sebagai strategi terbaru untuk terus menekan penularan virus corona. Hal itu merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan sebagai respons atas surat usulan dari gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan supaya ibu kota menjadi lokasi PSBB.

Baca selengkapnya dalam artikel: Virus Corona: Jakarta Resmi Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

2. Pembatasan jumlah penumpang

Polisi mengungkapkan tidak ada pembatasan akses masuk dan keluar Jakarta, usai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sepakat soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Baca selengkapnya dalam artikel: Soal PSBB Jakarta, Polisi: Tak Ada Pembatasan Akses Keluar Masuk

3. Gojek terdampak PSBB

Penggunaan ojek online sudah karib di tengah masyarakat karena ojek online menjadi alternatif kendaraan umum. Kedua aplikasi pengelola jasa ojek online yang paling populer di Indonesia, Grab dan Go-Jek, merespons peraturan ini.

Baca selengkapnya dalam artikel: Ojol Dilarang Angkut Penumpang, Ini Respons Go-Jek

Topik Terkait
Terbaru