NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Kabar Tak Enak dari PSSI

Sabtu, 11 April 2020 | 22:58 WIB
Oleh : Riki Ilham Rafles,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (ketiga kanan) bersama Evan Dimas

VIVAnews – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali memunculkan kabar tak sedap. Ada ketidaksepahaman antara jajaran pengurus di dalamnya. Semua ini berawal dari keluh kesah Anggota Komisi X DPR RI, Djohar Arifin.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengeluh dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan PSSI pada Rabu 8 April 2020. Djohar mengeluarkan unek-uneknya kepada Ketum PSSI sekarang, Mochamad Iriawan tentang sikap cuek sang Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha Destria.

Mulai dari dirinya sebagai Anggota DPR RI yang tidak difasilitasi ketika hendak menyaksikan Timnas Indonesia U-23 berlaga di SEA Games 2019 Filipina, hingga penilaian terhadap keputusan Tisha menunda leg kedua final Piala Indonesia 2019 antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta.

"Kami duduk di bangku biasa padahal diminta oleh KBRI masuk sebagai undangan VIP. Saat kami tanya siapa yang memasukkan nama di kursi VIP itu ternyata sekjen. Kemudian, Sekjen Federasi Sepakbola Filipina datang dan mengajak kami pindah. Sekjen kita (PSSI) tak peduli," kata Djohar.

Mendengar keluhan Djohar itu, Iriawan lantas meminta maaf. Lalu terkait dengan keputusan penundaan leg kedua Piala Indonesia 2019, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengaku sudah melakukan evaluasi.

"Kami sudah evaluasi berkaitan Sekjen PSSI menunda dua kali pertandingan (Piala Indonesia) karena alasan keamanan. Memang sebelumnya saya melihat terlalu overlapping," kata Iwan Bule.

Yang menarik kemudian, final Piala Indonesia itu berlangsung pada periode Juli-Agustus 2019. Sedangkan di waktu itu, Iwan Bule sendiri belum menjadi Ketum PSSI.

Tapi, berdasar dengan penilaiannya dari luar itulah, ketika menjabat sebagai orang nomor satu di PSSI, Iwan Bule langsung mengebiri kuasa Tisha. Bahkan untuk sekadar menjawab pertanyaan jurnalis, sang Sekjen dilarang.

"Yang bersangkutan tidak ada lagi memberikan keputusan yang bersifat strategis. Bahkan, penyampaian-penyampaian di media pun sudah saya ambil alih semua karena memang ada hal yang kurang pas," ucapnya.

Terkait dengan berbicara kepada media massa, selain Tisha, hampir seluruh Anggota Komite Eksekutif PSSI periode kepengurusan sekarang tidak berani berbicara. Cuma Iwan Bule dan Cucu Sumantri selaku Wakil Ketua Umum sekaligus Direktur PT Liga Indonesia Baru yang bisa dimintai komentarnya akan suatu isu.

Melihat segala friksi yang ada dalam tubuh PSSI saat ini, tentu saja membuat kekhawatiran baru. Mengingat Indonesia sedang bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, dan segala kesiapannya masih jauh dari seharusnya. Jangan sampai energi yang seharusnya untuk persiapan menjadi tuan rumah malah tersedot untuk konflik seperti yang terjadi di periode-periode lalu.

Topik Terkait
Terbaru