NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Pakar Virus Pesimis Olimpiade Bisa Digelar Meski Telah Ditunda

Senin, 20 April 2020 | 12:12 WIB
Oleh : Edwan Ruriansyah,
Foto :
  • VIVA.co.id/Zaky Alyamani
Jepang menyambut Olimpiade 2020

VIVAnews – Pakar virus asal Jepang yang sering mengkritisi penanganan virus corona covid-19 di Negeri Matahari Terbit, Kentaro Iwata, meragukan Olimpiade bisa digelar meski telah ditunda pada 2021.

"Jujur saja, saya tak yakin Olimpiade bisa digelar di Jepang pada tahun depan," kata Kentaro Iwata, profesor virus dan infeksi dari Kobe University kepada AFP.

Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), bulan lalu, telah setuju menunda Olimpiade Tokyo 2020 sampai Juli 2021, setelah mendapatkan tekanan dari atlet dan federasi olahraga sedunia. Tapi, seiring makin menjalarnya virus corona ke seluruh dunia dalam beberapa terakhir, penundaan Olimpiade 2021 makin dipertanyakan. Apakah cukup waktu penundaan itu? 

"Olimpiade bisa digelar dengan 2 syarat. Kita harus bisa mengontrol covid-19 di Jepang, dan yang kedua, mengontrolnya di seluruh dunia. Karena Olimpiade akan mengundang atlet, ofisial dan penonton dari seluruh dunia," lanjut Iwata.

"Jepang mungkin bisa mengontrol corona sampai musim panas ini. Saya berharap seperti itu. Tapi, apakah di belahan dunia lain pandemi ini sudah selesai? Inilah yang membuat saya sangat pesimis Olimpiade 2021 bisa digelar nanti."

Iwata menyebut, yang paling mungkin dari penyelenggaraan Olimpiade 2021 adalah misalnya, "tak ada penonton, atau sangat sedikit penonton."

Iwata sebelumnya mengkritisi keputusan pemerintah Jepang yang tak mau melakukan karantina awak kapal Diamond Princess. Akhirnya, 700 awak Diamond Princess terinfeksi corona, dan 13 di antaranya meninggal.

Sementara itu, IOC telah memutuskan akan menggelar Olimpiade 2021 di Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Juru bicara Olimpiade Tokyo 2020, Masa Takaya, menyebut panitia penyelenggara tak punya rencana lain jika memang wabah corona belum surut di seluruh dunia pada 2021 nanti. "Tak ada plan-B (rencana cadangan)," katanya. 

Topik Terkait
Terbaru