NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

PSG Juara Ligue 1 saat #DiRumahAja

Jumat, 1 Mei 2020 | 06:13 WIB
Oleh : Luzman Rifqi Karami,
Foto :
  • Instagram/@psg
Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan gol Neymar

VIVAnews –  Virus corona kembali membuat liga besar Eropa resmi dihentikan. Setelah Eredivisie Belanda, giliran Ligue 1 Prancis yang mengambil langkah serupa.

Hal itu disebabkan keputusan pemerintah Prancis yang tidak mengizinkan adanya kegiatan olahraga sampai September 2020 mendatang karena pandemi virus corona.

"Ajang olahraga besar tidak akan digelar setidaknya sampai September. Musim 2019/2020, terutama untuk sepakbola tidak bisa dilanjutkan," ujar Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, dikutip dari ESPN.

Menanggapi hal tersebut, Ligue 1 akhirnya memutuskan untuk ikut aturan. Mereka menanti beberapa hari, sampai memberi pengumuman jika PSG resmi jadi juara.

Namun, berbeda dengan di Eredivisie yang tidak memberikan gelar, langkah berbeda ditetapkan Federasi Sepakbola Prancis (FFF). Mereka tetap menetapkan juara, juga promosi dan degradasi di saat kompetisi terhenti.

(Baca juga: Liga Belanda Disetop, Ajax Amsterdam Paling Merana)

Karena jumlah pertandingan setiap tim tak sama, Ligue 1 membuat rata-rata poin dari pertandingan yang dimainkan sebagai acuan. Rata-rata poin tertinggi itulah yang ditetapkan sebagai klasemen akhir.

Paris Saint-Germain yang meraup 68 poin dari 27 pertandingan ditetapkan sebagai juara. Les Parisiens mencatat rata-rata poin 2,52, unggul dari pesaing terdekat Olympique Marseille dengan rata-rata poin 2 (52 poin dari 28 laga).

"Selamat kepada PSG yang dinyatakan sebagai pemenang Ligue 1 musim 2019/2020," demikian pernyataan resmi Ligue 1 dikutip dari Twitter resminya.

Juara #DiRumahAja
Meski dengan cara yang tak biasa, PSG menyambut antusias gelar ini. Mereka menggunakan tagar #CHAMPI9NSATHOME di media sosial. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, itu bisa berarti PSG juara #DiRumahAja. 

Dengan keputusan ini, PSG kini menjadi juara Ligue 1 untuk ketiga kali secara beruntun. Pada musim 2017/2018 dan 2018/2019, mereka juga jadi raja kompetisi kasta tertinggi Prancis. Secara total, ini menjadi gelar ke-9 untuk PSG.

Meskipun demikian, tugas PSG musim ini belum selesai. Mereka masih akan bertarung di Liga Champions.

PSG sudah menjejakkan kaki di perempatfinal, usai menyingkirkan Borussia Dortmund 3-2. Namun, Les Parisiens harus menjadi tim musafir di Liga Champions. Ini karena Pemerintah Prancis melarang menggelar event olahraga hingga September 2020.

Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi mengaku tak masalah jika timnya tak bisa bermain di kandang pada Liga Champions nanti. Nasser mengungkapkan pihaknya akan mengikuti larangan pemerintah dan keputusan UEFA tentang seperti apa nasib mereka di Liga Champions

“Kami menghormati keputusan pemerintah Prancis. Jika sudah diputuskan oleh UEFA, kami akan patuh dengan menjalani pertandingan dimanapun dan kapanpun laga itu diadakan," kata Nasser, dikutip Sportskeeda.

"Jika tidak mungkin bermain di Prancis, kami akan memainkan pertandingan kami di luar negeri. Kami tetap mengutamakan kondisi kesehatan dan keselamatan para pemain dan staf kami," sambungnya.

Topik Terkait
Terbaru