NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

ILC Malam ini: Ketika Garuda Diserempet Moge

Selasa, 10 Desember 2019 | 14:09 WIB
Oleh : antv/tvOne,
Foto :
  • tvOne
ILC Ketika Garuda Diserempet Moge

VIVAnews – Maskapai Garuda Indonesia dalam beberapa hari terakhir sedang mendapat sorotan masyarakat. Bukan karena prestasinya, melainkan akibat skandal memalukan yang melibatkan pimpinannya terkait penyelundupan barang-barang mahal di pesawat baru Garuda, yaitu sepeda motor alias moge Harley Davidson dan sepeda mahal Brompton asal Inggris.

Skandal penyelundupan ini, yang merugikan sedikitnya Rp1,5 miliar, berujung pahit bagi pimpinan maskapai Garuda. Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal dengan Ari Askhara, pekan lalu langsung diberhentikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Selain Ari, bukan tidak mungkin seluruh direksi Garuda turut "disapubersih" oleh Erick gara-gara skandal itu.    

Baru beberapa bulan memimpin Kementerian BUMN, Erick mengaku sangat sedih atas kelakuan pimpinan Garuda itu karena diyakini skandal tersebut bukan sekadar ulah individu, tapi diduga aksi sistematis. "Yang sungguh menyedihkan, ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh," kata Erick dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (05/12) sore.

Skandal itu terbongkar berkat pemeriksaan tim bea cukai atas pesawat baru Garuda, yaitu GA-9721 tipe Airbus A330-900 pada Minggu, 17 November 2019. Pesawat pesanan Garuda itu diterbangkan dari Prancis dan mendarat di Bandara Sukarno Hatta.

"Di dalam pesawat, terdapat 22 orang penumpang," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam jumpa pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (05/12). Di antara penumpang itu adalah Ari Askhara.

Semula pihak Garuda mengaku kepada petugas bea cukai bahwa pesawat itu tidak membawa kargo. Namun, hasil pemeriksaan berkata lain. Di dalam lambung pesawat ditemukan komponen sepeda motor mewah Harley Davidson dengan harga sekitar Rp800 juta, dan dua unit sepeda Brompton seharga Rp50-60 juta per unit. "Dengan demikian, total kerugian negara, berpotensi antara Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar," ungkap Sri Mulyani.

Skandal ini tidak saja berujung hilangnya jabatan petinggi Garuda. Polisi pun, melalui Polda Metro Jaya, menyatakan siap mengusut kasus ini bila memang nanti ada tindak pidana.

Sementara itu kalangan pengamat menilai bahwa skandal penyelundupan tersebut hanya sebagian dari berbagai masalah yang mendera Garuda. Maskapai itu juga mengalami masalah keuangan, mismanajemen, hingga kualitas layanan yang belakangan ini sering dikeluhkan para penumpang. Ini tentunya menjadi tugas berat Erick Thohir dan jajarannya dalam menentukan jurus yang ampuh - termasuk menentukan personel-personel yang tepat - untuk memimpin Garuda memulihkan kembali citranya sebagai flag carrier atau maskapai kebanggaan nasional. 

Masalah itu menjadi topik yang dibahas dalam talkshow populer Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne Selasa malam 10 Desember 2019, pukul 20.00 WIB. Dipandu oleh Presiden ILC Karni Ilyas, sejumlah pihak berwenang, praktisi penerbangan, pakar, politisi maupun tokoh masyarakat akan urun pendapat membicarakan topik "Ketika Garuda 'Diserempet' Moge".

   

 

Topik Terkait
Terbaru