NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

SALAH: Korban Game, Kalau Sudah Kena Syaraf Seperti Ini Gimana Coba?

Minggu, 25 Agustus 2019 | 10:42 WIB
Oleh : Endah Lismartini,
Foto :
  • VIVAnews
Korban di Puskesmas Dukun, Muntilan.

VIVAnews – Sebuah video yang menayangkan seorang anak yang mengalami gangguan syaraf beredar luas melalui group whatsapp. Di video tersebut terlihat seorang anak yang duduk di kursi, ditemani seorang bapak. 

Gerakan anak tersebut terlihat tidak stabil. Tangannya bergerak-gerak sendiri. Begitu juga anggota tubuh lainnya. Dalam video tersebut terdengar suara seorang ibu menggunakan bahasa Jawa. Ia menanyakan apakah anak tersebut suka main game, anak tersebut mengiyakan. Suara ibu tersebut terus terdengar bahwa anak tersebut terlalu banyak bermain game, kecanduan game, dan seterusnya.

Peredaran video tersebut meluas, dan dibumbui dengan kalimat, "korban main game , sdh ada di kec. Dukun , muntilan , ..bs di sampaikn ke siswa2 kalo  sdh kena syaraf seperti ini bagaimana coba ? Masa depan masih panjang  ???? ....himbauan untuk siswa agar HP/ smartphone digunakan secara bijak dan untuk hal positif." # peringatan jg untuk kita  sbg orangtua untuk anak2 kita ????

Verifikasi Fakta

Berdasarkan klarifikasi dari Kepala Puskesmas Dukun, dr. Didik Guntur Saputra kepada tim cekfakta.com,  pihak dokter Puskesmas tidak mengetahui ada perekaman video dan pihak dokter Puskesmas tidak mengeluarkan rujukan dengan diagnosa apa yang terjadi pada anak tersebut akibat game online.

Pada saat video yang viral tersebut direkam, baik keluarga atau perekam video tersebut belum mengetahui penyebab kondisi pasien tersebut sehingga muncul dugaan kondisi pasien tersebut karena terlalu sering bermain game online.

Pihak Puskesmas Dukun dan keluarga memohon kepada masyarakat agar video ini tidak disebarkan karena dikhawatirkan akan merusak psikis anak tersebut.

Terkait video viral anak di Puskesmas Dukun ini , sudah dilakukan mediasi antara pelaku dan keluarga korban. Dalam surat pernyataan tertanggal 25 Agustus 2019, Ida Riyani  menyampaikan permohonan maaf karena telah melakukan kesalahan terhadap anak bernama Ramadhan NR karena telah merekam dan menyebarkan video hasil rekamannya tersebut tanpa mendapat izin dari pihak keluarga.

Ida mengaku khilaf, salah dan menyesal atas perbuatannya. Ia mengaku tidak tahu efek yang terjadi atas perbuatannya. Ida juga meminta masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Surat pernyataan mohon maaf Ida yang dibubuhi materai itu juga ditandatangani perangkat desa dan kepala dusun sebagai saksi. Ida juga menyampaikan maaf melalui video yang direkam saat mediasi.

“Saya menyatakan keterangan saya dalam video itu tidak benar. Itu asumsi saya sendiri bahwa pasien sakit karena game online sebelum ada diagnosa dari dokter spesialis. Saya ke sini hanya ingin membersihkan nama pasien atas tuduhan saya yang tidak benar, agar tidak menjadi konsumsi  publik atas kesalahan keterangan saya di video tersebut,” kata Ida.

Dalam catatan kami, video ini sudah sempat dishare lebih dari 70 ribu kali dengan view lebih dari 3 juta dalam waktu kurang dari dua hari.

Fakta

Anak tersebut memang berobat ke Puskesma Dukun. Tapi video tersebut diambil tanpa sepengetahuan pihak Puskesmas. Saat itu pihak Puskesmas juga belum mengeluarkan diagnosa, apakah apa yang dialami anak tersebut adalah akibat kecanduan game. Dengan demikian, informasi soal anak alami gangguan syaraf karena kecanduan game adalah misleading atau salah.

Catatan: Artikel ini telah diupdate pihal redaksi VIVAnews pada Senin 26 Agustus 2019 menyusul adanya mediasi antara pihak keluarga korban dan pelaku perekam video pada Minggu 25 Agustus 2019.

Baca juga:

Topik Terkait
Terbaru