NEWS

BISNIS

BOLA

SPORT

INDEPTH

Semprot Disinfektan ke Tubuh Berbahaya, Benarkah?

Senin, 30 Maret 2020 | 10:59 WIB
Oleh : Lilis Khalisotussurur,
Foto :
  • ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Penumpang kereta api antre untuk memasuki bilik disinfektan di pintu keluar stasiun Kotabaru, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2020). Pemerintah setempat memasang bilik disinfektan di sejumlah fasilitas transportasi publik untuk mencegah virus Corona.

VIVAnews – Saat wabah corona baru atau covid-19 melanda Tanah Air, marak warga dan tempat umum menyediakan bilik untuk menyemprot disinfektan pada tubuh. Alkohol pada disinfektan dianggap dapat membunuh covid-19.

Benarkah demikian?

Verifikasi Fakta

Mengutip VIVA.co.id, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan bahwa menyemprot alkohol pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke tubuh. Justru hal tersebut berbahaya.

"Stop. Jangan menyemprot disinfektan ke badan seseorang, karena hal ini dapat membahayakan," tulis akun @whoindonesia.

Akun tersebut juga menjelaskan disinfektan yang disemprotkan bisa berbahaya jika terkena selaput lendir. Misalnya mata atau mulut.

Alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan hanya pada permukaan benda yang sering disentuh. Tentu, itu harus sesuai petunjuk penggunaan.

Terkait hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial SpPD mengatakan menyemprotkan cairan disinfektan pada tubuh memang tak disarankan. 

"Saya sempat berdiskusi dengan Dr. Parani, WHO representative Indonesia, dan beliau juga sama khawatirnya dengan saya," katanya.

Dr Parani juga sempat mencuit lewat akunnya @NParanietharan untuk jangan menyemprotkan disinfektan pada tubuh orang. Sebab, itu berbahaya.

Lebih lanjut, Ari meminta agar tak menyemprotkan disinfektan pada tubuh. Sebab, memang itu tak akan menghilangkan virus yang sudah masuk ke tubuh.

"Penyemprotan alkohol atau klorin berbahaya untuk mukosa mulut, hidung dan mata. Jadi sebaiknya bahan ini digunakan untuk membersihkan permukaan peralatan rumah tangga atau kantor," kata dia. 

Ia menambahkan virus ini menular lewat droplet. Orang bisa jadi tertular dari penderita yang batuk atau bersin di depannya dengan jarak 1 meter. 

Droplet yang mengandung virus itu juga bisa menempel pada meja, sakelar lampu, gagang pintu atau benda yang biasa disentuh orang. Hal ini bisa jadi sumber penularan ketika ada yang menyentuh permukaan terkontaminasi langsung menyentuh wajah tanpa cuci tangan.

Ia pun mengingatkan pentingnya cuci tangan dan tak menyentuh tempat yang disentuh orang lain di luar rumah. Kalau pun terlanjur menyentuh sesuatu, sebaiknya tak menyentuh mulut, hidung, dan mata. 

Kalau tak memungkinkan cuci tangan maka bisa menggunakan hand sanitizer. Meski begitu, setelah pemakaian hand sanitizer beberapa kali tetap harus mencuci tangan.

"Tetapi perlu diketahui bahwa setelah menggunakan hand sanitizer 5-6 kali seseorang tetap harus melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir," kata Ari.

Topik Terkait
Terbaru