IHSG Anjlok 183 Poin

Saham Komoditas Berguguran

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup signifikan pada penutupan transaksi awal pekan ini. Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 183,77 poin (10,03 persen) ke level 1.648,74, karena tekanan jual pada saham-saham sektor komoditas.

Selama transaksi, IHSG sempat terpuruk hingga ke posisi 1.634,55 atau melemah 10,8 persen.

Pesan Penting Haedar Nashir untuk Prabowo Usai Ditetapkan Presiden Terpilih

Saham-saham yang turun signifikan di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi Rp 2.950 (22,77 persen) menjadi Rp 10.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 2.150 (22,99 persen), PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp 2.050 (21,69 persen) menjadi Rp 7.400, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) terkoreksi Rp 650 (18,97 persen) ke posisi Rp 2.775.

Analis PT Kresna Securities Gifar Indra Sakti mengatakan, koreksi indeks dipengaruhi ketidakstabilan kondisi bursa regional. Sementara itu, persetujuan pengucuran dana talangan (bailout) oleh Kongres Amerika Serikat (AS) tidak cukup mendorong optimisme investor.

“Akibatnya, tekanan jual masih terjadi,” tegas dia kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 6 Oktober 2008.

Sementara itu, penurunan harga minyak mentah dunia ikut mendorong saham-saham berbasis komoditas menuju ke level terendahnya. “Kondisi ini akan berlanjut untuk beberapa hari ke depan,” tegas dia. Namun, dia mengingatkan, rebound minor bisa terjadi, meski belum akan mengubah tren.

Saham-saham yang membukukan keuntungan di antaranya PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) naik Rp 250 (12,5 persen) menjadi Rp 2.250, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menguat Rp 125 (40,32 persen) ke posisi Rp 435, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) terangkat Rp 50 (0,83 persen) ke level Rp 6.050.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan, penurunan indeks saham pada transaksi awal pekan ini diharapkan bisa diantisipasi dengan kebijakan otoritas bursa mengenai short selling. Selama Oktober 2008, bursa akan membatasi short selling.

“Aturan tersebut bisa mencegah koreksi indeks yang terlalu dalam. Otoritas bursa regional kecuali Cina juga membatasi short selling untuk mengantisipasi penurunan harga saham,” jelas dia.

Erry menjelaskan, pelemahan indeks juga dipicu sentimen negatif dari krisis finansial yang dialami beberapa bank investasi di Amerika Serikat (AS). Investor masih menunggu perkembangan pengucuran dana talangan bagi sejumlah institusi keuangan bermasalah di AS.

Pengakuan Mengejutkan Shin Tae-yong Jelang Lawan Korea Selatan, Ternyata Dia Merasa...
Jefri Nichol

Diduga Sindir Chandrika Chika, Jefri Nichol Disenggol Netizen Soal Kasus Narkobanya Sendiri

Tidak sedikit netizen yang justru mengingatkan Jefri Nichol bahwa ia juga pernah tersandung kasus narkoba sehingga ia tidak semestinya menyindir orang lain.

img_title
VIVA.co.id
24 April 2024