Kalla Gelar Rapat Anggaran Mendadak

VIVAnews - Wapres Jusuf Kalla mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Pertemuan mendadak tersebut membahas percepatan anggaran 2008.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis 9 Oktober 2008 dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal, Mendagri Mardiyanto, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Pertanian Anton Priantono, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Menteri Agama Maftuh Basyuni.

Rapat yang digelar di Istana Wapres, Jakarta ini merupakan kelanjutan dari rapat terbatas yang membahas langkah pemerintah menyusul dihentikannya perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta, Rabu malam.

Dalam rapat Rabu malam pemerintah meminta BUMN melakukan pembelian kembali atau buy back saham untuk mengatasi krisis kepercayaan akibat tidak stabilnya ekonomi global.

Dalam rapat tersebut, diharapkan BUMN dapat ikut berpartisipasi dalam penanganan masalah itu. Namun, tidakĀ  semua BUMN ikut dalam penanganan ini, hanya BUMN yang mempunyai dana besar yang berpartisipasi. "Sama-sama melakukan tindakan sejalan," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil

BUMN yang mempunyai dana besar, menurut Sofyan di antaranya, PT Semen Gresik, PT Timah, PT Bukit Asam PT Aneka Tambang, PT Perusahaan Gas Negara.

Namun, agar sejalan dengan pemerintah, BUMN itu diminta agar terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia agar tidak memperkeruh situasi perekonomian sehingga yang diharapkan pemerintah bisa berjalan dengan baik."Agar tidak melakukan spekulasi valas," imbuh Sofyan.

Oleh karena itu, pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) agar mempercepat izin dalam proses buy back menjadi tujuh hari.

Kunjungan ke Jepang, Sekjen Kemnaker Terus Berupaya Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM
Ilustrasi sidang kode etik anggota polisi

5 Polisi di Kolaka Ditangkap karena Keroyok Warga hingga Babak Belur, Kapolres Minta Maaf

Di lokasi kejadian, 5 polisi tersebut berlagak preman dengan menodong senpi ke korban lalu menghajar secara membabi buta.

img_title
VIVA.co.id
23 April 2024