60% Konsumen Properti Terganggu Suku Bunga

VIVAnews - Kenaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dipicu naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) mulai terasa imbasnya pada konsumen properti kelas menengah ke bawah.

Riset perkembangan pasar properti kuartal III 2008 yang dilakukan Procon menyebutkan, kenaikkan suku bunga KPR antara 11-14 persen mempengaruhi sekitar 60 persen konsumen. Akibatnya selama kuartal III terjadi penurunan penjualan perumahan menjadi 1.447 unit dari 1.671 unit pada kuartal II.

Menurut Associated Director Procon Utami Prasetyana dalam jumpa pers di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Selasa 4 November 2008, kondisi ekonomi global sudah berpengaruh pada Oktober 2008 yang diperlihatkan dengan kenaikkan BI rate menjadi 9,5 persen. "Hal ini membuat konsumen maupun pengembang sangat berhati-hati dan selektif dalam menentukan investasi perumahan," kata Utami.

Segmen menengah ke bawah, misalnya, yang menjadikan perumahan sebagai kebutuhan pokok, akan sangat bergantung pada harga dan suku bunga kredit. Sementara untuk kalangan menengah akan terpecah, ada yang merupakan kebutuhan pokok dan investasi,  sehingga kalangan ini masih menunggu perkembangan suku bunga. Sementara masyarakat menengah ke atas kenaikan suku bunga antara 11-14 persen tidak terlalu berpengaruh.

Ia menyatakan, bagi para pengembang kenaikan suku bunga juga akan berakibat pada biaya produksi,  sehingga mereka akan melakukan penyesuaian-penyeusian harga. Dia memprediksi apabila hal ini terjadi hingga 2009, maka kebutuhan perumahan dan investasi akan sangat berpengaruh. "Kita berharap awal 2009 pemerintah dapat menyesuaikan kembali suku bunga," katanya.

Viral! Warung Kelontong di Spanyol Mirip di Indonesia, Netizen: Ini Mah Warung Madura
Hard Gumay

Ramal Sandra Dewi dan Harvey Moeis, Hard Gumay: Pokoknya Selesai

Terhadap perkembangan kasus korupsi tersebut, Hard Gumay memprediksi bahwa kisah Sandra Dewi dan Harvey Moeis akan selesai. Meskipun dia tidak menjelaskan secara rinci.

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024