Balita di RS Tarakan Meninggal Akibat DBD

VIVAnews - Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa. Anak berusia 6 bulan berinisial CH, warga Kota Bambu Utara, Jakarta Barat meninggal dunia akibat DBD, pada 21 Februari 2009 lalu.

Korban meninggal pada pukul 02.45 dini hari setelah menjalani perawatan di RSUD Tarakan sehari sebelumnya. "belum 24 jam dalam perawatan kami, pasien tersebut meninggal" ujar Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tarakan, zuraedah, kepada VIVAnews, Senin 23 Februari 2009.

Dengan meninggalnya pasien tersebut, hingga kini sudah 6 orang meninggal dunia akibat DBD yang dirawat di RSUD Tarakan. Sejak awal 2009 hingga hari ini, seluruh pasien yang meninggal dunia berusia di bawah 3 tahun.

Jumlah ini hampir sama dengan data jumlah pasien yang  meninggal pada tahun lalu di rumah sakit umum tersebut.

Hari ini RSUD Tarakan masih merawat 61 pasien demam berdarah. Pasien terdiri dari 3 anak-anak dan 14 dewasa yang sudah dipastikan positif demam berdarah. Sementara itu, 44 pasien yang terdiri dari  20 anak-anak dan 24 dewasa belum terdiagnosa atau masih menunggu hasil laboratorium.

Total pasien DBD yang telah dan masih dirawat di rsud tarakan sejak januari hingga hari ini berjumlah 408 pasien dengan persentase 70% dewasa dan 30% anak-anak.

Kebanyakan pasien DBD berasal dari wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Netizen Kritik Adab Nagita Slavina Kasih Bekas Makanan dari Gigitannya ke Karyawan RANS
Bermodal belajar kendarai mobil lewat youtuber berakhir tragis

Pria Ini Belajar Mengemudi Bermodal Lihat Youtube, Hasilnya Mobil Hancur Tabrak Tembok

Pria yang viral ini karena belajar mengemudikan mobil hanya bermodalkan nonton lewat tutorial di Youtube. Hasilnya, mobil yang yang dipakai berkendara pun hancur parah...

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024